Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Panduan Berpuasa bagi Penderita Diabetes

Pelangi Karismakristi - 31 Mei 2018 07:01 wib
(Foto:Shutterstock)
(Foto:Shutterstock)

Jakarta: Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti oleh kaum muslim. Termasuk penyandang penyakit tertentu, seperti diabetes.

Spesialis Penyakit Dalam di Imperial Collage London Diabetes Center, Farhana bin Lootah mengatakan, bagi siapa pun yang menyandang diabetes disarankan berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika memiliki diabetes tipe 2.

"Untuk para penyandang diabetes tipe 1 yang berpuasa, harus diawasi dengan ketat. Pastikan gula darah Anda selalu terkontrol untuk mengurangi risiko pada kesehatan. Sebab saat puasa tubuh akan menyesuaikan insulin sesuai asupan dan makanan," ujar Farhana.

Hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa bagi penyandang diabetes adalah risiko peningkatan kadar gula darah usai berbuka, terutama jika Anda makan makanan manis. Anda dianjurkan untuk memperbanyak air putih ketika berbuka dan sahur agar tubuh juga tetap terhidrasi.

Selain itu, Farhana juga merekomendasikan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum, sereal gandum. Ditambah buah, sayur, kacang-kacangan, susu, ayam, ikan, yoghurt, dan makanan sehat lainnya.

Anda juga bisa memperhatikan beberapa hal berikut ini bila ingin berpuasa.

1. Tidak melewatkan makan sahur

Ahli diet bersertifikat sekaligus ahli nutrisi dari Montefiore Health System di Bronx, New York Sandra Arevalo menyarankan agar tak melewatkan santap sahur. Ini berguna untuk menyimpan cadangan tenaga selama berpuasa. Anda sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan tinggi serat, serta memperbanyak air putih.

2. Konsumsi gizi seimbang

Arevalo mengatakan bahwa Anda tak hanya mengonsumsi karbohidrat kompleks saja. Namun perlu menggabungkan asupan lain, seperti protein dan serat yang dapat membantu menjaga tubuh serta gula darah Anda seimbang.

3. Tahu kapan harus berbuka

Ahli diet di Diabetes Research Institute University of Miami Miller School of Medicine, Amy Kimberlain mengatakan bila glukosa kurang dari 70 mg/dL Anda disarankan untuk berbuka. Dalam kasus hipoglikemia ini, Anda bisa mengatasinya dengan segera membatalkan puasa, kemudian makan makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat.

"Pasien juga dianjurkan untuk membatalkan puasa jika gula darahnya di atas 300 mg/ dL. Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin meningkatnya kadar gula darah," kata Kimberlain.

4. Dengarkan tubuh Anda

Bila urine berwarna gelap, sakit kepala disertai mual dan muntah, itu pertanda Anda mengalami dehidrasi serius. Kimberlain menyarankan agar segera berbuka puasa.

Selain itu, untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian, penyandang diabetes sebaiknya minum Diabetasol yang merupakan asupan nutrisi pengganti makanan yang lengkap dan seimbang. Keunggulan Diabetasol yaitu nilai gizinya lengkap dan seimbang sehingga bisa digunakan sebagai pengganti makan; Vitadigest yang merupakan kombinasi karbohidrat lepas lambat sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak meningkat secara drastis; serta Indeks Glikemiknya rendah (31) sehingga dapat diserap perlahan-lahan oleh tubuh.

Diabetasol tersedia dalam pilihan rasa cokelat, vanila, dan cappucino yang bisa dipilih sesuai selera. Diabetasol dapat diminum setiap hari, yaitu dua gelas per hari sebagai pengganti makan utama (buka puasa dan sahur), atau pengganti makan total (Per 60 gr/saji mengandung kalori 260 kkal).


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018