DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

Efek Samping Menghisap Jari Bagi Balita

Raka Lestari - 17 Mei 2018 11:31 wib
Mengisap jempol dapat menyebabkan penyempitan rahang atas dan langit-langit mulut. (Foto: Courtesy of Q/Fotolia)
Mengisap jempol dapat menyebabkan penyempitan rahang atas dan langit-langit mulut. (Foto: Courtesy of Q/Fotolia)

Jakarta: Kebanyakan anak sering sekali melakukan kebiasaan mengisap jari terutama jempol mereka. Dan terkadang orang tua melarang anak-anaknya untuk melakukan kebiasaan tersebut.

Tetapi bagaimana caranya melarang anak-anak untuk berhenti mengisap jempol mereka agar tidak menjadi kebiasaan? 

Menurut dokter gigi di Virginia Dr Jonathan Wong, sangat wajar bagi seorang anak untuk mengisap jempol sebagai bentuk rangsangan oral karena efektif dalam menghilangkan stres dan menciptakan perasaan nyaman.  

Namun, Wong menjelaskan, "Kebiasaan mengisap jempol yang masih dilakukan sampai mereka sudah cukup besar dapat memiliki efek jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan wajah, bibir, dan gigi anak." 

"Mengisap jempol dapat menyebabkan penyempitan rahang atas dan langit-langit mulut. Langit-langit mulut akan melengkung tinggi, protrusion atau gigi atas yang melebar."

"Selain itu, ketidakmampuan bibir (bibir yang tidak menyatu saat menutup mulut), pertumbuhan rahang atas yang terhambat, maloklusi dan kurangnya ruang untuk gigi dewasa, yang membutuhkan perawatan ortodontik yang mahal untuk memperbaikinya," ujar Dr Wong kepada Romper.com.


(Jika anak-anak Anda memiliki kebiasaan mengisap jempol, penting bagi orang tua untuk melakukan intervensi dini terhadap anak-anak mereka agar menghilangkan kebiasaan tersebut. Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

(Baca juga: Mengenal Mombie, Kurang Tidur karena Mengurus Bayi)

Intervensi sebelum seorang anak mulai kehilangan gigi bayi mereka adalah yang paling penting, ujar Benjamin Lawlor, seorang dokter gigi yang praktek di Portland.

"Dampak dari mengisap jempol dapat menjadi kebiasaan seseorang sampai dewasa. Kebanyakan anak-anak akan menghentikan kebiasaan ini pada sekitar usia 5 atau 6 tahun karena tekanan teman sebaya dan meningkatkan sosialisasi dengan memulai sekolah. Ini adalah waktu yang ideal karena gigi orang dewasa mulai muncul antara 6 sampai 7 tahun."

"Ada sejumlah besar tenaga yang dikeluarkan pada rahang saat mengisap jempol, baik dari gerakan mengisap dan dari tekanan ibu jari di gigi depan atas."

"Ketika gigi dewasa datang, setiap tekanan saat mengisap jempol tersebut akan menyebabkan perubahan permanen. Setelah tumbuh berkembang, untuk memperbaiki posisi gigi dapat lebih sulit dicapai dan tidak akan mengubahnya secara ideal."

Jadi jika anak-anak Anda memiliki kebiasaan mengisap jempol, penting bagi orang tua untuk melakukan intervensi dini terhadap anak-anak mereka agar menghilangkan kebiasaan tersebut.

Dengan mencegah anak-anak memiliki kebiasaan mengisap jempol, dapat segera diperbaiki. "Orangtua harus mendorong anak mereka untuk berhenti mengisap jempol mereka sedini mungkin," ujar Lawlor. 




(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERKEMBANGAN ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018