DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Bersepeda Berlebihan Tanpa Istirahat Cukup Berisiko Turunkan Kesehatan Sperma?

Sri Yanti Nainggolan - 09 Juli 2018 08:00 wib
 seseorang harus beristirahat atau tidur cukup setelah sesi olahraga sepeda agar kesehatan sperma tidak terpengaruh. (Foto: Thomas Schweighofer/Unsplash.com)
seseorang harus beristirahat atau tidur cukup setelah sesi olahraga sepeda agar kesehatan sperma tidak terpengaruh. (Foto: Thomas Schweighofer/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak orang mulai mengaplikasikan gaya hidup sehat termasuk olahraga dan makan makanan bergizi. Namun, tahukah Anda bahwa olahraga berlebihan dapat memberi dampak buruk pada kesehatan reproduksi.

Sebuah studi yang dipublikasi dalam Clinical Journal of Sports Medicine menemukan bahwa olahraga bersepeda berlebihan yang tak diimbangi dengan istirahat cukup dapat memicu masalah pada sperma. 

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan stres, menurunkan berat badan, dan membentuk kaki. 

(Baca juga: Studi: Olahraga Sepeda Statis Berbahaya untuk Pemula)


(Banyak orang mulai mengaplikasikan gaya hidup sehat termasuk olahraga dan makan makanan bergizi. Namun, tahukah Anda bahwa olahraga berlebihan dapat memberi dampak buruk pada kesehatan reproduksi. Foto: Rikki Chan/Unsplash.com)

"Latihan bersepeda selama 16 minggu, dari intensitas rendah ke tinggi, berisiko memberikan konsekuensi merusak kesuburan pada pria," demikian simpul penelitian tersebut. 

Artinya, seseorang harus beristirahat atau tidur cukup setelah sesi olahraga agar kesehatan sperma tidak terpengaruh. 

Sebuah studi lain yang dipublikasi dalam Fertility and Sterility Journal tahun 2011 mengklaim bahwa segala bentuk olahraga berat tanpa istirahat berdampak buruk bagi kualitas sperma. Studi tersebut mengamati bahwa pada pelari jarak jauh, terjadi penurunan kadar testosteron.

Studi tersebut menyebutkan bahwa berbagai masalah yang berhubungan dengan alat kelamin dan saluran kencing terlihat pada pengendara sepeda. Pengendara sepeda yang kompetitif melaporkan mengalami perubahan dalam parameter air mani termasuk morfologi sperma yang abnormal dan penurunan motilitas sperma selama periode balap.




(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018