Pentingnya Tenaga Profesional dalam Sebuah Yayasan

Sri Yanti Nainggolan - 16 Mei 2018 11:51 wib
Yayasan adalah sebuah wadah yang dibangun atas sebuah kesadaran dan niat yang baik. Namun, mengapa kebanyakan yayasan justru stagnan, terutama dalam hal pendanaan? (Foto: Ilustrasi. Dok. Brooke Cagle/Unsplash.com)
Yayasan adalah sebuah wadah yang dibangun atas sebuah kesadaran dan niat yang baik. Namun, mengapa kebanyakan yayasan justru stagnan, terutama dalam hal pendanaan? (Foto: Ilustrasi. Dok. Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Yayasan adalah sebuah wadah yang dibangun atas sebuah kesadaran dan niat yang baik. Namun, mengapa kebanyakan yayasan justru stagnan, terutama dalam hal pendanaan?

Menurut Sekretaris Jenderal Yayasan Muda Giat Peduli (MGP) Indonesia, stagnansi tersebut dikarenakan tak adanya tenaga profesional yang dilibatkan dalam yayasan.

Ia mengambil contoh, profesionalisme dalam hal pendanaan. "Beberapa yayasan tak dibekali dengan bekal yang cukup dari pemerintah, atau bisa dibilang standarisasi dimana tidak diberitahu secara profesional," tukasnya saat ditemui dalam acara Millenials Goes Pink: Mammogram Roadshow di SMA Negeri 75 Jakarta, Selasa 15 Mei 2018.

Ia memberi contoh salah satu yayasan di Australia yang 60 persen dana digunakan untuk hal-hal lain seperti keperluan pemasaran atau kegiatan lain dan hanya 40 persen yang benar-benar tersalurkan untuk korban/target yayasan.

"Hal seperti itu bisa terjadi karena tidak bertemu dengan orang yang profesional di bidangnya. Misalnya, jika ingin branding, gunakan orang yang ahli di bidang marketing. Jadi, kerja tak banyak tapi berdampak," paparnya.


(Menurut Sekretaris Jenderal Yayasan Muda Giat Peduli (MGP) Indonesia, stagnansi tersebut dikarenakan tak adanya tenaga profesional yang dilibatkan dalam yayasan. Foto: Ilustrasi. Dok. Brooke Lark/Unsplash.com)

Inilah yang membuat ia berkesimpulan bahwa seorang profesional cukup krusial dalam struktur yayasan, terutama pada tipikal yayasan yang berbasis pencarian dana untuk menolong target.

"Saya berharap para profesional mau meluangkan waktu untuk berkontribusi karena latar belakang dan pengalaman tentu akan sangat membantu," tambahnya.

Namun, ia tak memungkiri bahwa stagnansi yayasan, terutama di bidang pendanaan atau keuangan, juga disebabkan oleh tidak adanya audit (yang biasa dilakukan para profesional).

"Karena kebanyakan yayasan berdasarkan niat hati yang tulus."

Yayasan MGP Indonesia sendiri merupakan yayasan yang berkolaborasi dengan yayasan lain untuk membuat program positif, dimana para anggotanya yang masih berjumlah belasan orang merupakan kalangan profesional. 

Yayasan yang berdiri sejak November 2017 tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui program Millenials Goes Pink: Mammogram Roadshow tiap dua bulan sekali. 


(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 25-05-2018