Konsumsi Alkohol Berisiko Tinggi Sebabkan Kanker

Cecylia Rura - 10 November 2017 11:51 wib
Melansir laman Live Science, di Minggu kedua November tahun ini American Society of Clinical Oncology (ASCO) mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa alkohol dinyatakan sebagai faktor 'pasti' yang menyebabkan penyakit mematikan tersebut. (Foto: Yuanbin Du/Uns
Melansir laman Live Science, di Minggu kedua November tahun ini American Society of Clinical Oncology (ASCO) mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa alkohol dinyatakan sebagai faktor 'pasti' yang menyebabkan penyakit mematikan tersebut. (Foto: Yuanbin Du/Uns

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut sekelompok dokter kanker terkemuka, mengonsumsi alkohol baik itu dalam jumlah rendah, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker.

Melansir laman Live Science, di Minggu kedua November tahun ini American Society of Clinical Oncology (ASCO) mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa alkohol dinyatakan sebagai faktor 'pasti' yang menyebabkan penyakit mematikan tersebut.

Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya alkohol terhadap kesehatan tubuh. Lebih-lebih pada kehidupan masyarakat modern yang kerap kali bersentuhan dengan minuman beralkohol.

"Umumnya orang tidak mengasosiasikan alkohol dengan minuman bir, wine, dan liquor bahwa minuman tersebut mampu meningkatkan risiko penyakit kanker semasa hidup mereka," ungkap Dr. Bruce Johnson, presiden ASCO.



Ia menambahkan, survei terbaru yang dilakukan ASCCO menemukan ada 70 persen masyarakat Amerika yang belum mengetahui bahwa konsumsi alkohol menjadi faktor dari munculnya penyakit kanker.

"Saat ini, peningkatan konsumsi alkohol dan timbulnya penyakit kanker telah dapat ditentukan," kata Johnson.

Diperkirakan, dari skala global ada sekitar 5 persen kanker baru dan 6 persen kematian yang disebabkan akibat penyakit kanker.

Pernyataan yang dikeluarkan ASCO tersebut juga berdasar pada laporan terbaru dari World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research yang menyimpulkan, ada bukti yang meyakinkan bahwa mengonsumsi alkohol dapat menjadi penyebab tujuh jenis kanker.

Termasuk di antaranya kanker payudara, kanker koloteral, kanker kerongkongan, kanker hati dan kanker rongga mulut, serta faring dan laring yang juga dikenal sebagai kanker di area kepala dan leher.

(Baca juga: Minuman Beralkohol Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara)

Mengonsumsi alkohol sekali dalam sehari dapat meningkatkan risiko payudara sebesar 5 persen, sementara akan ada peningkatan 17 persen pada kanker orofaring, yakni kanker di area tengah tenggorokan, dan peningkatan risiko 30 persen kanker kerongkongan, dibandingkan dengan tidak mengonsumsi alkohol. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil studi yang dikutip ASCO pada tahun 2013.



Sementara untuk peminum berat, tentu saja akan ada risiko yang lebih besar. Mereka yang mengonsumsi alkohol dari empat kali sehari berisiko terkena kanker rongga mulut dan faring. Lima kali berisiko terkena kanker kerongkongan serta dua kali berisiko terkena kanker hati, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.

"Kabar baiknya, mereka yang terlanjur kecanduan mengonsumsi alkohol dapat mengurangi risiko penyakit kanker dengan membatasi asupan minuman secara bertahap, layaknya seperti seseorang menggunakan sunscreen untuk mencegah kanker kulit," ungkap Dr. Noelle LoConte, profesor obat-obatan di University of Wisconsin sekaligus penulis utama dari pernyataan ASCO.

Bagi mereka yang memilih untuk tetap mengonsumsi alkohol namun ingin terlepas dari jerat risiko kanker, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan, untuk pria agar tidak mengonsumsi alkohol lebih dari dua kali. Sementara untuk perempuan, mengonsumsi tidak lebih dari sat gelas per hari.









(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017