DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

Permasalahan Gizi Remaja Indonesia

Raka Lestari - 15 Mei 2018 12:52 wib
Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Remaja menurut UU Perlindungan Anak adalah seseorang yang berusia antara 10-18 tahun dan merupakan kelompok penduduk Indonesia dengan jumlah yang cukup besar. Remaja merupakan calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan. 

“Remaja merupakan masa yang sangat berharga bila mereka berada dalam kondisi kesehatan fisik dan psikis serta pendidikan yang baik,” ujar Menteri Kesehatan RI yang disampaikan oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, pada Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa 15 Mei 2018.

Pada seminar tersebut dijelaskan beberapa masalah gizi yang mengancam remaja Indonesia, diantaranya adalah:

1. Kurang zat besi (anemia) 
Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan mengalami anemia yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi. 

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja, dan produktivitas. 

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)


(Remaja menurut UU Perlindungan Anak adalah seseorang yang berusia antara 10-18 tahun dan merupakan kelompok penduduk Indonesia dengan jumlah yang cukup besar. Remaja merupakan calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

2. Tinggi badan
Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tingi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO yaitu lebih pendek 12,5 cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8 cm pada perempuan. 

3. Kurus atau Kurang Energi Kronis (KEK) 
Remaja yang kurus atau kurang energi kronis bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi,baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial seperti misalnya penampilan. 

4. Kegemukan atau Obesitas 
Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktivitas dan usia harapan hidup. 

“Penanganan masalah remaja termasuk di dalamnya masalah kesehatan, akan sangat membutuhkan keterlibatan multi disiplin ilmu, lintas program, lintas sektor, dan masyarakat,” imbuh Menkes.



(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018