Tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Fokus pada Kesehatan Jiwa Pekerja

Sri Yanti Nainggolan - 10 Oktober 2017 15:32 wib
(Foto: Pinterest)
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tahun ini, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh tiap 10 Oktober mengambil tema yang berfokus pada ruang kerja, yaitu Kesehatan Jiwa ditempat Kerja (Mental Health in the Workplace).

Tujuan dari tema tersebut adalah untuk mendukung kesehatan jiwa ditempat kerja sehingga memudahkan bagi pekerja yang memiliki masalah kesehatan jiwa mencari pertolongan serta untuk membangun lingkungan kerja yang baik bagi kesehatan jiwanya.

"Kesehatan jiwa di tempat kerja yang sering terabaikan sebagai salah salah satu aspek penting kesehatan pekerja secara keseluhan," ujar Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) lewat siaran pers.

Terdapat berbagai faktor risiko kesehatan jiwa yang dapat terjadi di lingkungan kerja dimana sebagian besar berhubungan dengan  interaksi antar jenis pekerjaan, lingkungan organisasi dan manajemen, tugas yang tidak sesuai untuk kompetensi seseorang, jenjang karir pegawai yang tidak jelas, atau beban kerja yang tinggi serta jam kerja yang tidak fleksible.

Selain itu, risiko kesehatan kerja juga berkaitan dengan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja yang tidak memadai, praktek komunikasi dan manajemen yang buruk, partisipasi terbatas dalam pengambilan keputusan. Risiko tersebut dapat meningkat dalam situasi tertentu seperti kurang eratnya hubungan dalam tim atau tak ada dukungan sosial dalam lingkungan tersebut.

Penindasan, intimidasi, pelecehan atau perundungan baik fisik dan psikologis sering dilaporkan sebagai penyebab stres terkait pekerjaan dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan pekerja.

Lingkungan kerja yang tidak sehat ini pada akhirnya akan berdampak pada ketidakhadiran (absenteeism), rendahnya motivasi dan kinerja serta hilangnya produktivitas.

Risiko pekerjaan terkait dengan masalah fisik dan psikologis tersebut dapat menyebabkan tingginya biaya perusahaan atau tempat kerja akibat tingginya klaim asuransi kesehatan, menurunnya produktivitas dan sering terjadi peningkatan pergantian staf.

Pada akhirnya gangguan jiwa yang berasal dari tempat kerja berdampak negatif pada keluarga seperti tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga serta interaksi sosial para pekerja tersebut.

Untuk menghindari dampak negatif tersebut, keterlibatan semua pemangku kepentingan dan semua staf pada saat memberikan upaya dukungan dan intervensi serta melakukan monitoring terhadap efektivitas supaya yang diberikan adalah kunci untuk mengatais masalah kesehatan jiwa tersebut.

"Tempat kerja juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung individu dengan masalah kesehatan jiwa maupun gangguan jiwa baik dalam melanjutkan atau kembali bekerja."




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017