Jangan Menyebut Gila pada Penderita Gangguan Jiwa

- 10 Oktober 2017 17:24 wib
Ilustrasi. Rehabilitasi gangguan jiwa; sejumlah pasien menjalani perawatan dikamar Yayasan Mentari Hati, di eks Terminal Cilembang, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)
Ilustrasi. Rehabilitasi gangguan jiwa; sejumlah pasien menjalani perawatan dikamar Yayasan Mentari Hati, di eks Terminal Cilembang, Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Yossy Agustanti Indradjaja mengatakan stigma bahwa orang dengan gangguan jiwa tak bisa disembuhkan harus dihilangkan. Bahkan memanggil penderita dengan sebutan orang gila pun sangat tidak dibenarkan.

Yossy mengibaratkan orang dengan gangguan jiwa sama halnya dengan orang yang mengalami sakit lain seperti gangguan hipertensi atau gangguan kencing manis. Sama-sama terjadi karena kimia otak mereka tidak bisa dikontrol sehingga pantas diperlakukan sama termasuk dalam pemanggilan.

"Di hari kesehatan jiwa kami mengimbau tidak menggunakan kata gila, karena itu kasar lebih baik gunakan gangguan jiwa karena mereka tidak bisa mengontrol gejala yang terjadi di otak sehingga mengalami gangguan jiwa," kata Yossy, dalam Newsline, Selasa 10 Oktober 2017.

Yossy juga meminta kepada masyarakat agar bila mengalami gangguan jiwa baik kategori ringan, sedang bahkan berat tak perlu merasa malu. Sebab masih ada yang bisa mendapatkan perawatan untuk memperbaiki gejala yang muncul.

Bahkan dia juga mengimbau agar masyarakat tak perlu merasa malu bila ada anggota keluaraga uang mengalami gangguan jiwa untuk dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Segera bawa ke profesional kesehartan masyarakat terdekat sehingga bisa diberikan treatment yang benar," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN MENTAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017