Terlalu Lama Menonton Televisi Tingkatkan Risiko Penggumpalan Darah

Sri Yanti Nainggolan - 14 November 2017 10:52 wib
(Foto: The Health Site)
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Apakah Anda sering menghabiskan banyak waktu duduk di sofa sambil menonton televisi? Jika iya, sebaiknya kurangi kebiasaan tersebut.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hobi menonton televisi terlalu lama dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah hingga dua kali lipat.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan penggumpalan darah pada pembuluh darah di kaki, tangan, panggul, dan paru-paru atau dikenal dengan tromboembolisme venous (VTE)  bisa meningkat pada mereka yang suka menghabiskan banyak waktu untuk menonton televisi tanpa melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan.

"Menonton televisi tak selalu buruk, tetapi ngemil dan hanya duduk untuk waktu lama adalah masalahnya," ujar Mary Cushman, profesor di University of Vermont, Burlington.

Studi yang dipresentasikan dalam American Heart Association’s Scientific Sessions 2017 tersebut meneliti 15.158 partisipan paruh baya berusia 45-64 tahun.

Hasilnya, mereka yang 'sangat sering' menonton televisi berisiko mengalami penggumpalan darah 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang 'tak pernah atau jarang' melakukan hal serupa.

Sementara, mereka yang melakukan aktivitas fisik sesuai dengan pedoman, namun 'sangat sering' menonton televisi ternyata 1,8 kali lipat memiliki risiko penggumpalan darah.

"Pikirkan tentang bagaimana cara membuat waktu dan hidup Anda lebih maksimal dan sehat. Anda bisa treadmill atau sepeda statis di depan televisi dan tetap menonton," tambah Cushman.

Beberapa studi sebelumnya telah menyebutkan bahwa terlalu lama menonton TV berhubungan dengan munculnya penyakit jantung, termasuk penyumbatan pembuluh darah.

Meskipun umumnya dialami mereka yangberusia di atas 60 tahun, VTE bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu, selain mengurangi waktu menonton TV, menjaga berat badan ideal dan aktif secara fisik juga bisa membantu menjauhkan risiko VTE.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017