DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Kapan Morning Sickness Mulai dan Kapan Berhenti?

Raka Lestari - 16 April 2018 07:00 wib
Setiap kehamilan memengaruhi wanita dengan cara yang berbeda-beda. (Foto: Mickael Tournier/Unsplash.com)
Setiap kehamilan memengaruhi wanita dengan cara yang berbeda-beda. (Foto: Mickael Tournier/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu gejala yang mungkin dialami pada awal kehamilan yaitu morning sickness. Morning sickness bisa menjadi salah satu pertanda yang baik bahwa Anda memang sedang hamil. 

Dikutip dari Metro.co.uk, biasanya gejala morning sickness akan mulai dialami pada usia kehamilan 6 minggu atau sekitar 2 minggu setelah seorang wanita melewatkan periode menstruasinya. Beberapa wanita juga mengalaminya pada usia kehamilan 2-3 minggu. 

Beberapa tidak akan mengalami mual di pagi hari sampai pada akhir trimester pertama kehamilan mereka sedangkan yang lain tidak akan memiliki gejala sama sekali. Meskipun Anda mengalami morning sickness pada kehamilan pertama, itu tidak menjadi jaminan bahwa pada kehamilan berikutnya Anda akan mengalami gejala yang persis sama seperti pada kehamilan pertama. 

Setiap kehamilan memengaruhi wanita dengan cara yang berbeda-beda, sehingga jika pada kehamilan pertama Anda merasakan mual pada awal-awal kehamilan maka pada kehamilan berikutnya mungkin saja Anda tidak mengalaminya sama sekali. 

(Baca juga: Pentingnya Konsumsi Asam Folat Saat Merencanakan Kehamilan)


(Dikutip dari Metro.co.uk, biasanya gejala morning sickness akan mulai dialami pada usia kehamilan 6 minggu atau sekitar 2 minggu setelah seorang wanita melewatkan periode menstruasinya. Foto: Courtesy of Getty Images)

Umumnya, wanita akan merasa kembung pada perutnya, muntah kering atau hanya perasaan mual yang mungkin saja bisa disertai dengan muntah yang sebenarnya.

Dr Kaye, seorang ahli kandungan mengatakan bahwa sekitar 50 persen wanita hamil akan mengalami mual saat muntah, sementara 30 persen akan merasa mual tanpa merasa sakit.

Dan tentu saja, beberapa wanita yaitu sekitar 20 persen tidak mengalami morning sickness sama sekali. Salah satu penyebab utama morning sickness adalah lonjakan hormon hCG dan estrogen selama trimester pertama.

"Mereka yang hamil kembar atau lebih akan memiliki tingkat hCG yang lebih tinggi, akan mengalami mual dan muntah yang lebih sering dan lebih berat," sebut laman yang sama. Orang yang menderita penyakit yang berkaitan dengan migrain atau penyakit mabuk perjalanan (motion sickness) juga tampaknya lebih rentan terhadap morning sickness.

Morning sickness biasanya berakhir pada akhir trimester pertama, dengan nafsu makan kembali normal pada usia kehamilan sekitar 12-15 minggu.

Namun, ini bukan aturan umum dan terkadang bisa berlanjut hingga trimester kedua. Beberapa wanita akan mengalaminya selama masa kehamilan dan terkadang mengalaminya secara ekstrem. 







(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEHAMILAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018