DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Studi: Seperempat Anak Muda Tak Puas dengan Penampilan Mereka

Sri Yanti Nainggolan - 11 Juli 2018 18:28 wib
Studi mengungkapkan bahwa satu dari empat orang muda berusia 9-16 tahun menganggap penampilan fisik mereka sebagai. (Foto: Papaioannou Kostas/Unsplash.com)
Studi mengungkapkan bahwa satu dari empat orang muda berusia 9-16 tahun menganggap penampilan fisik mereka sebagai. (Foto: Papaioannou Kostas/Unsplash.com)

Jakarta: Ketidakpuasan tubuh menjadi semakin lazim di kalangan anak muda. Sebuah penelitian oleh perusahaan teknologi tidur Simba telah mengungkapkan bahwa satu dari empat orang muda berusia 9-16 tahun menganggap penampilan fisik mereka sebagai salah satu kekhawatiran utama mereka dalam kehidupan.

Empat dari 10 orang muda yang disurvei melaporkan menerima komentar negatif atau kasar tentang penampilan mereka. Sepertiga anak muda mengalami kecemasan secara teratur tentang apakah orang-orang di sekitar mereka benar-benar menyukai mereka atau menerima mereka apa adanya. 

Satu dari enam juga khawatir bahwa mereka berbeda dengan orang lain dan tidak akan pernah menemukan tempat di mana mereka merasa cocok.

"Sebagai masyarakat, kita harus membantu anak-anak untuk merasa positif tentang siapa mereka dan bagaimana mereka terlihat, bukannya gelisah dan tidak aman," tukas Tom Madders, Direktur Kampanye di YoungMinds.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam mempromosikan kesejahteraan, dan membantu orang muda menggunakan media sosial dengan cara yang positif bagi kesehatan mental mereka.

(Baca juga: Jangan Lakukan Ini ketika Sulit Tidur)


(4 dari 10 orang muda yang disurvei melaporkan menerima komentar negatif atau kasar tentang penampilan mereka. Foto: Jonny Kennaugh/Unsplash.com)

"Industri mode, musik, dan periklanan juga harus lebih menekankan pada mempromosikan citra tubuh yang autentik dan beragam," tambahnya. 

Survei Simba juga menemukan bahwa kekhawatiran dan pemikiran untuk bersaing tersebut menyebabkan 72 persen anak muda kurang tidur dan hal itu berdampak pada konsentrasi, kinerja sekolah dan hubungan dengan orang lain.

"Semakin kita mendorong toleransi dan merayakan perbedaan kita sejak usia dini, semakin banyak orang muda yang merasa nyaman dan semakin baik mereka akan tidur di malam hari," pungkas Hope Bastine, psikolog penduduk Simba dan komisaris studi tersebut.

Tidur sangat penting bagi pertumbuhan ketika muda, baik secara fisik maupun mental. Merasa cemas dapat menyebabkan sulit tidur, dan merasa lelah di sekolah atau di lingkungan sosial kita dapat menyebabkan ketegangan dan ketidaksepakatan tambahan yang bisa dihindari.

Tidur membuat kita lebih tajam, lebih sehat dan lebih tenang. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa hanya 27 menit tambahan tidur dapat berkontribusi pada peningkatan empati dan perilaku emosional di sekolah.

"Dalam dunia yang kacau balau, mendorong anak muda untuk menerima ritual menenangkan seperti membatasi waktu melihat gawai sebelum tidur dapat membantu mereka untuk mengurangi tekanan."

Pubertas merupakan masa transisi yang sulit dimana tubuh yang berubah karena dampak hormon, dan sangat menyedihkan bahwa kekhawatiran tentang penampilan dan penerimaan memengaruhi proporsi anak muda yang begitu tinggi.

Sangat penting bagi orang muda untuk terpapar dengan realitas tubuh yang beragam, untuk mengenali dampak berbahaya dari terus membandingkan diri mereka dengan orang lain dan mendapatkan dukungan kesehatan mental yang tepat.





(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PSIKOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018