Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Studi: Sering Terkena Sinar Matahari Turunkan Risiko Kanker Secara Keseluruhan

Sri Yanti Nainggolan - 09 Maret 2018 13:41 wib
Vitamin D dibuat oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Vitamin ini mengatur kadar kalsium dalam tubuh agar tulang, gigi, dan otot sehat. (Foto: Karl Magnuson/Unsplash.com)
Vitamin D dibuat oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Vitamin ini mengatur kadar kalsium dalam tubuh agar tulang, gigi, dan otot sehat. (Foto: Karl Magnuson/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam tubuh dapat membantu mencegah berkembangnya segala jenis kanker, terutama kanker hati. 

Vitamin D dibuat oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Vitamin ini mengatur kadar kalsium dalam tubuh agar tulang, gigi, dan otot sehat. Tak hanya itu, vitamin D ternyata juga memiliki manfaat lain, termasuk pada penyakit kronis seperti kanker. 

Para peneliti menemukan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi dapat menurunkan risiko kanker hingga 20 persen, baik pada pria maupun wanita. Lebih spesifik, vitamin D mampu menurunkan risiko kanker hati sebanyak 30-50 persen dimana hal itu lebih terbukti pada pria. 

(Baca juga: Benarkah Kekurangan Vitamin D Rentan Terkena Penyakit Autoimun?)


(Vitamin D dibuat oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Vitamin ini mengatur kadar kalsium dalam tubuh agar tulang, gigi, dan otot sehat. Foto: Warren Wong/Unsplash.com)

"Konsentrasi vitamin D yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan risiko kanker secara keseluruhan. Penemuan ini mendukung hipotesis yang menyebutkan bahwa vitamin D memiliki efek protektif melawan kanker," ujar Taiki Yamaji dari National Cancer Centre di Tokyo,Jepang.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal The BMJ tersebut menganalisa 33.736 pria dan wanita berusia 40-69 tahun yang dimonitor selama 16 tahun. 

Tak ada hubungan yang ditemukan pada kanker paru atau prostat. Tak ada kanker yang terdeteksi pada partisipan dengan kadar vitamin D yang tinggi. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat terkait kadar vitamin D yang disarankan. 









(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018