DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Membandingkan Kehidupan dengan Orang Lain Dapat Membunuh Kebahagiaan Anda

Sri Yanti Nainggolan - 09 Maret 2018 14:20 wib
Menurut biksu Buddha di Tibet, Richard Matthieu, mengukur diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang mengganggu dan membunuh kebahagiaan. (Foto: Guilherme Stecanella/Unsplash.com)
Menurut biksu Buddha di Tibet, Richard Matthieu, mengukur diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang mengganggu dan membunuh kebahagiaan. (Foto: Guilherme Stecanella/Unsplash.com)

Jakarta: Seorang biksu Buddha di Tibet, Richard Matthieu, mendapat julukan 'orang paling bahagia di dunia'. Pria asal Prancis yang kini tinggal dalam sebuah biara di Nepal tersebut mengungkapkan satu hal yang paling membuat manusia tak bahagia. 

Menurutnya, mengukur diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang mengganggu. "Membandingkan adalah pembunuh kebahagiaan," tukasnya pada GQ.

Ketika ditanya tentang bagaimana mencapai kebahagiaan, kebajikan, dan mementingkan orang lain adalah jawabannya. 

Melatih diri untuk memikirkan hal-hal yang membahagiakan terus-menerus selama 15 menit juga dapat membuat pikiran menjadi jadi lebih cerah. 

Pendapat tersebut didukung dengan sebuah studi ilmiah yang menyebutkan bahwa meditasi selama 20 menit dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia.


(Richard Matthieu, pria asal Prancis yang sudah menjadi seorang biksu Buddha di Tibet mendapat julukan 'orang paling bahagia di dunia'. Ahli saraf Richard Davidson mengaitkan biarawan tersebut dengan 256 sensor saat dia bermeditasi tentang belas kasihan. Foto: Courtesy of Independent.co.uk/Kenzo Tribouillard/AFP/Getty Images)

(Baca juga: Pengaruh Teman Terhadap Kebahagiaan Anda)

Untuk mencapai kesimpulan bahwa Ricard adalah orang yang paling bahagia di dunia, ahli saraf Richard Davidson mengaitkan biarawan tersebut dengan 256 sensor saat dia bermeditasi tentang belas kasihan. 

Davidson menemukan bahwa otak Ricard menghasilkan tingkat gelombang gamma tingkat yang belum pernah dilaporkan dalam literatur ilmiah. Gelombang gamma berkaitan dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran serta ingatan.

"Pemindaian juga menunjukkan aktivitas yang berlebihan di korteks prefrontal kiri otaknya dibandingkan dengan pasangan kanannya, yang memungkinkan dia memiliki kapasitas yang tidak normal untuk kebahagiaan dan kecenderungan berkurang terhadap hal negatif," papar Davidson.








(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PSIKOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-09-2018