Mengenal Konsep Kecantikan Alami Wanita Lewat Karya Seni Instalasi

- 08 September 2017 14:17 wib
“Pada generasi saat ini, yaitu generasi millennial, banyak orang terpengaruh oleh stereotipe kecantikan perempuan sebagai dampak image-image yang disodorkan media,
“Pada generasi saat ini, yaitu generasi millennial, banyak orang terpengaruh oleh stereotipe kecantikan perempuan sebagai dampak image-image yang disodorkan media," ungkap Monica Hapsari, penggiat seni dan seorang ilustrator. (Foto: Dok. Eugenia Communica

Metrotvnews.com, Jakarta: Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kecantikan alami? "Kecantikan merupakan kesehatan, sehat beraktivitas, sehat berkarya, sehat membawa berkah dan manfaat buat orang lain tanpa melihat dari jenis kulit, usia, ras, suku atau kepribadian yang berbeda-beda," tulis rilis dari acara konferensi pers "Embracing Realness" Bamed Artwork.

Bamed Healthcare yang Kamis (7/9/2017) lalu ini meluncurkan konsep terbarunya yaitu ‘Embracing Realness’ yang divisualisasikan dalam sebuah karya instalasi artwork lewat karya pegiat seni Indonesia, Monica Hapsari mengutarakan arti dari cantik itu sendiri.

"Embracing Realness" dilandasi pemikiran bahwa setiap orang dapat menunjukkan kecantikan alami yang bersifat khas pada masing-masing individu. 


(Konferensi pers "Embracing Realness" Bamed Artwork. Foto: Dok. Eugenia Communications)

Konsep "Embracing Realness" berbeda dengan konsep-konsep sebelumnya yang menekankan pada kecantikan yang stereotipe, dimana 'cantik' terlihat dari bentuk tubuh yang langsing, rambut hitam panjang, dan kulit yang putih. Dalam konsep terbaru ini, 'cantik' memiliki arti yang berbeda. 

"Konsep ini ditunjukkan melalui karya seni Instalasi yang kreatif dan inovatif, yaitu instalasi artwork yang akan mempermudah masyarakat memahami pesan yang disampaikan," tulis rilis lagi.

Direktur Utama Bamed Healthcare, dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc pada konferensi pers mengatakan, “Bamed klinik merupakan klinik kesehatan. Layanan kesehatan di Bamed memasuki wilayah gaya hidup dengan cara kreatif dan inovatif, tidak hanya melalui jalur medis tapi juga menyentuh daily activities masyarakat."

"Pendekatan kepada masyarakat dilakukan melalui suatu cara yang gembira yang salah satunya melalui seni. Seni mengoneksikan masyarakat dari berbagai lapisan. Jadi representasi beauty Bamed dapat memasuki semua kalangan perempuan, salah satu caranya dengan instalasi artwork mix media di klinik-klinik Bamed.” 


(Instalasi artwork karya Monica Hapsari. Foto: Dok. Eugenia Communications)

”Instalasi artwork merupakan terobosan terbaru dari Bamed yang berkolaborasi dengan Monica Hapsari, seorang pegiat seni lulusan ITB yang menampilkan karya instalasi artwork mix media. Ia akan mengisi dinding-dinding Bamed klinik dengan insiprative drawing agar klinik terlihat tidak kaku dan pesan lebih mudah tersampaikan. Instalasi artwork mix media tersebut contohnya yaitu: wanita dari berbagai kalangan, diantaranya hitam, gendut, dewasa tua dan lainnya,” jelasnya lagi. 

(Baca juga: Tips Kulit Sehat dan Awet Muda)

Ia menambahkan, “Embracing Realness menonjolkan konsep Against Stereotyping dan meyakini bahwa semua orang memiliki kecantikan masing-masing: hitam, tua, tidak langsing dan sebagainya, dan dapat menerima jatidiri mereka yang sebenarnya. Hal ini akan menggeser paradigma masyarakat saat ini yang menganggap cantik itu harus putih, tinggi, dan langsing.” 

Monica Hapsari, penggiat seni dan seorang ilustrator menjelaskan, “Pada generasi saat ini, yaitu generasi millennial, banyak orang terpengaruh oleh stereotipe kecantikan perempuan sebagai dampak image-image yang disodorkan di media," ungkap Monica.


(Direktur Utama Bamed Healthcare, dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc pada konferensi pers "Embracing Realness" Bamed Artwork. Foto: Dok. Eugenia Communications)

"Perempuan cantik itu digambarkan harus putih, bertubuh super kurus, berambut panjang dan hitam, padahal seringkali imaji-imaji tersebut merupakan produk dari bisnis produsen tertentu dan kemudian dijadikan tolok ukur kecantikan yang baru. Alhasil, mereka-mereka yang tidak termasuk kategori ini seketika merasa tidak termasuk golongan wanita yang cantik.” 

“Untuk pertama kalinya saya bekerjasama dengan sebuah klinik spesialis kulit, karena pada dasarnya tidak banyak klinik kecantikan yang mengusung konsep realita ini. Bamed bagi saya adalah salah satu klinik visioner dan termasuk mengusung idealisme besar dalam berkarya. Bamed Healthcare memiliki misi menyehatkan fisik dan mental, mengembalikan dan meluruskan pola pikiran perempuan Indonesia tentang makna kecantikan,” ia menerangkan.  

“Instalasi artwork di Bamed Healthcare memiliki berbagai keistimewaan lainnya, yaitu teknik menggambar yang dasarnya adalah gambar manual tangan dan setelah itu melewati proses-proses digital lainnya. Namun demikian, goresan tangan asli tetap menjadi ciri khas utama, terutama di tembok paling besar ukuran 220x260 cm. Pada tembok paling besar juga terdapat instalasi interaktif, sehingga audien bisa memutar dan menggerakkan bunga-bunga yang menonjol dari dalam gambar,” tutupnya.










(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KECANTIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017