Konsumsi Makanan Tinggi Serat, Kunci Panjang Umur

Raka Lestari - 10 Januari 2018 09:00 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Serat tak diragukan lagi merupakan bahan makanan yang dapat menunjang kesehatan. Tak hanya menjaga sistem pencernaan, serat mampu meningkatkan kesehatan jantung, mencegah diabetes, dan mempertahankan berat badan ideal.
 

Dilansir New York Times, penelitian yang dipublikasikan di Cell Host and Microbe menunjukkan bahwa makanan kaya serat membantu menjaga mikrobioma usus sehat, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini terdiri dari dua penelitian yang dilakukan pada populasi tikus, di mana satu kelompok diberi asupan makanan tinggi lemak dan serat rendah, sementara satu kelompok lainnya beralih dari asupan serat tinggi ke serat rendah. Kelompok lainnya, mengonsumsi makanan serat tinggi.

Dalam penelitian tersebut, dua kelompok tikus mengalami perluasan sistem pencernaan yang pada akibatnya menyebabkan tingkat infeksi bakteri yang tinggi.
Mikrobioma usus yang melemah akibat kurang asupan serat memberi efek pembengkakan, penambahan berat badan, masalah pada usus besar, dan keseimbangan insulin yang tidak sehat.

Kelompok percobaan tikus dengan diet kaya serat mampu mempertahankan mikrobioma usus sehat secara keseluruhan. Seperti diketahui, mikrobiome usus sehat erupakan salah satu indikator yang membuat orang panjang umur.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DIET
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018