Tips agar Nutrisi Tetap Terpenuhi Meski Anda Membatasi Porsi Makan

Sri Yanti Nainggolan - 15 Mei 2018 16:05 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Salah satu trik untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi porsi makan. Namun, bisakah mengontrol porsi makan tetapi kebutuhan gizi tetap seimbang?

Menurut ahli gizi Rhiannon Lambert, strategi yang perlu dilakukan  adalah dengan mengurangi porsi normal untuk setiap jenis makanan dengan asupan kalori yang sesuai. 

"Setiap tubuh unik dan membutuhkan ukuran porsi yang berbeda untuk memenuhi gaya hidup," jelasnya pada The Independent

Ia mencoba memberi trik mengukur kebutuhan nutrisi secara manual dengan tangan. Misalnya, saat menakar protein, Lambert menyarankan untuk mengonsumsinya sebanyak dua telapak tangan per hari. Beberapa sumber protein yang disarankan adalah daging, ikan, tahu, atau kacang-kacangan. 

Protein memiliki banyak manfaat yaitu meningkatkan massa otot, menjaga kesehatan tulang, dan menurunkan tekanan darah. 

Sementara, untuk lemak yang biasanya terdapat pada minyak atau mentega, ia menyarankan sebanyak satu jempol saja. Ini karena, lemak dapat menghasilkan energi yang rumit dengan jumlah kalori yang banyak, tetapi di sisi lain tubuh tetap membutuhkannya. 

Untuk sumber energi karbohidrat, ahli gizi Harley Street menyarankan satu cangkir saja dan diusahakan karbohidrat jenis kompleks seperti gandum atau ubi. 

Lambert tidak menyarankan mengurangi porsi pada sayuran karena nutrisi dan mineral dalam makanan tersebut sangat dibutuhkan tubuh, selain rendah kalori. Ia menyarankan dua tangkup tangan untuk jenis makanan tersebut. 

"Tak perlu diragukan lagi ukuran porsi memang penting, tetapi ada beberapa faktor lain yang juga berperan seperti kualitas pola makan, aktivitas, tidur, dan gaya hidup," tambahnya. 

Kemudian, penggunaan teknologi saat makan juga sangat tidak disarankan Lambert. Penggunaan piring yang lebih kecil, sehingga membuat makanan terlihat sudah banyak, dapat membantu menghilangkan rasa cemas karena makanan terlihat kurang banyak.

Lihat video:




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DIET
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 25-05-2018