Fibrilasi Atrium, Gangguan Detak Jantung yang Paling Sering Dialami Orang Indonesia

Sri Yanti Nainggolan - 11 Agustus 2017 15:18 wib
Ada berbagai macam faktor penyebab kelainan iraman jantung, salah satunya adalah pola makan yang tak terkontrol sehingga memicu timbulnya keabnormalan gangguan irama jantung. (Foto: HealthXchange)
Ada berbagai macam faktor penyebab kelainan iraman jantung, salah satunya adalah pola makan yang tak terkontrol sehingga memicu timbulnya keabnormalan gangguan irama jantung. (Foto: HealthXchange)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gangguan irama jantung adalah salah satu penyakit yang cukup sulit disadari. Padahal, tak sedikit jumlah pasien yang mengalami penyakit tersebut. 

Aritmia adalah gangguan irama jantung karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. Di Indonesia, kebanyakan kasus aritmia adalah fibrilasi atrium (FA) atau kelainan iraman jantung. 

"Setiap tahun diperkirakan terdapat 2,2 juta kasus FA di Indonesia, dimana angka tersebut bisa meningkat," ujar ahli jantung Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) dalam konferensi pers di RS Harapan Kita, Jumat (11/8/2017). 



Menurutnya, angka tersebut bisa tinggi karena banyak penduduk Indonesia yang menderita hipertensi, dimana gangguan tersebut merupakan salah satu faktor risiko FA. 

(Baca juga: Jangan Remehkan Berdebar Berkelanjutan)

Ada berbagai macam faktor penyebab FA, salah satunya adalah pola makan yang tak terkontrol sehingga memicu timbulnya keabnormalan tersebut. Terlalu banyak asupan garam misalnya, dapat memicu timbulnya hipertensi yang dapat berujung pada FA. 

Selain itu, beberapa jenis aktivitas lain seperti olahraga berlebih atau emosional yang memicu adrenalin juga dapat menimbulkan gejala aritmia. Stres juga memiliki peran cukup besar untuk membuat irama jantung menjadi tak normal. 

"Oleh karena itu, pola hidup sehat perlu dijaga (terutama pada penderita penyakit aritmia jenis apapun)," sarannya.











(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN JANTUNG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017