DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Studi: Wanita Lebih Mudah Berempati daripada Pria

Sri Yanti Nainggolan - 13 Maret 2018 10:51 wib
(Foto: The Health Site)
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Empati ternyata tak hanya terbentuk dari pengalaman, tetapi juga gen. Sebuah studi yang dipimpin oleh University of Cambridge menyimpulkan bahwa wanita cenderung lebih berempati daripada pria.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Translational Psychiatry memperkuat bukti dari beberapa penelitian sebelumnya yang beranggapan serupa.

"Genetik memang berperang penting dalam menentukan kadar empati seseorang, yaitu 10 persen. Namun, 90 persen lainnya berdasarkan faktor non-genetik," ujar peneliti Varun Warrie, dilansir dari The Health Site.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa penyandang autis memiliki nilai Pembagian Empati (EQ), sebuah laporan pribadi untuk mengukur empati, yang mana lebih rendah karena memiliki masalah dalam empati kognitif.

Terdapat tiga hasil penting dalam penelitian tersebut. Pertama, sepersepuluh tingkat empati manusia ditentukan oleh gen.

Kedua, wanita lebih empati daripada pria.

"Perbedaan jenis kelamin berpengaruh karena ada beberapa faktor seperti pengaruh hormon secara biologis, atau sosialisasi; yang keduanya berbeda pada kedua jenis kelamin," demikian menurut studi.

Kemudian, studi tersebut juga menyebutkan bahwa variasi gen yang berhubungan dengan empati lebih rendah juga berhubungan dengan risiko autisme yang lebih besar.

Meskipun studi ini berfokus pada gen dalam empati, para peneliti belum bisa mengidentifikasi gen spesifik yang terlibat didalamnya.

Lihat video:




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018