Jangan Remehkan Berdebar Berkelanjutan

Sri Yanti Nainggolan - 11 Agustus 2017 15:06 wib
Aritmia adalah gangguan irama jantung karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. (Foto: Inran.it)
Aritmia adalah gangguan irama jantung karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. (Foto: Inran.it)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda sering mengalami jantung berdebar? Jika demikian, sebaiknya jangan sepelekan karena bisa jadi itu adalah pertanda awal aritmia.

Aritmia adalah gangguan irama jantung karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. 

Manifestasi awal dari penyakit ini beragam, dari berdebar biasa, kleyengan, pusing, hingga kematian mendadak. Bahkan, gejala yang tak berhubungan dengan gangguan jantung seperti stroke pun bisa menjadi manifestasi awal. 

"Berdebar jangan disepelekan, bisa saja dua hari berturut-turut berdebar kemudian langsung stroke. Berdebar bisa jadi membahayakan," ungkap ahli jantung Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) dalam konferensi pers di RS Harapan Kita, Jumat (11/8/2017). 



(Baca juga: Cegah Penyakit Arteri Koroner, Perbanyak Asupan Sayuran Hijau)

Oleh karena itu, ia menyarankan agar berdebar yang berlanjut sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga profesional. 

Secara garis besar, aritmia terbagi menjadi dua jenis, yaitu bradiaritmia dan takiaritmia. Bradiaritmia adalah laju jantung yang terlalu lambat, yaitu kurang dari 60 kali per menit. Sementara takiaritmia sebaliknya, laju jantung terlalu cepat yaitu lebih dari 100 kali per menit untuk ukuran orang dewasa. 

"Pada penderita usia tua, umumnya masalah adalah laju jantung yang lebih lambat, sementara pada usia muda sebaliknya," tambahnya.










(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN JANTUNG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017