DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Studi: Pengobatan Sleep Apnea Bantu Cegah Demensia

Sri Yanti Nainggolan - 07 Juli 2018 13:01 wib
Studi: Pengobatan Sleep Apnea Bantu Cegah Demensia (Foto: shutterstock)
Studi: Pengobatan Sleep Apnea Bantu Cegah Demensia (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa gangguan tidur sleep apnea obstruktif (OSA) dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah. Hal tersebut berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, dan kanker.

OSA adalah gangguan di mana dinding tenggorokan rileks dan menyempit saat tidur sehingga berhenti bernapas yang biasanya dialami oleh lanjut usia.

Studi tersebut melihat bahwa penurunan oksigen kemungkinan berkaitan dengan penyusutan lobus temporal otak dan penurunan memori.

“Antara 30 dan 50 persen dari risiko untuk demensia adalah karena faktor yang dapat dimodifikasi, seperti depresi, tekanan darah tinggi, obesitas dan merokok. Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengakui bahwa berbagai gangguan tidur juga merupakan faktor risiko untuk demensia," kata penulis utama, Sharon Naismith, dari University of Sydney, Australia.

"Kami ingin melihat secara khusus pada sleep apnea obstruktif dan dampaknya pada otak dan kemampuan kognitif," tambah Naismith.

Studi yang dipublikasikan di European Respiratory Journal tersebut menganalisis data dari hampir 100 peserta yang berusia antara 51 dan 88 tahun. Para partisipan telah mengunjungi dokter dengan kekhawatiran atas ingatan atau suasana hati mereka tetapi tidak memiliki diagnosis OSA.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang memiliki kadar oksigen rendah dalam darah cenderung memiliki ketebalan yang berkurang di lobus temporal kiri dan kanan otak saat tidur. Kedua daerah tersebut diketahui penting dalam memori dan mempengaruhi demensia.

Para peneliti juga menemukan bahwa perubahan di otak tersebut berkaitan dengan kemampuan peserta yang lebih rendah dalam mempelajari informasi baru.

Naismith mengungkapkan bahwa belum ada obat untuk demensia sehingga intervensi dini adalah kuncinya.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa mendiagnosis dan mengobati OSA dapat menjadi peluang untuk mencegah penurunan kognitif sebelum terlambat," tambahnya.


 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DEMENSIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018