Orang Tua Dituntut Punya Kewaspadaan Tinggi terhadap Tumbuh Kembang Anak

- 11 Oktober 2017 16:05 wib
Ilustrasi. Seorang dokter memeriksa kesehatan anak saat Lomba Balita Sejahtera Indonesia di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)
Ilustrasi. Seorang dokter memeriksa kesehatan anak saat Lomba Balita Sejahtera Indonesia di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Namun sayangnya, tidak semua orang tua mempersiapkan diri bagaimana nanti menghadapi anak setelah lahir ke dunia.

Dokter Spesialis Anak Yoga Prawira mengatakan, harus disadari oleh para calon orang tua bahwa mempersiapkan diri untuk menyambut anak dalam kehidupan harus dimulai sejak dini.

Terkadang, orang tua hanya fokus pada hal-hal sederhana seperti menyiapkan nama atau mengumpulkan barang-barang yang mungkin akan digunakan oleh anak. Tetapi sedikit dari mereka yang benar-benar belajar bagaimana menjadi orang tua yang sesungguhnya.

"Fokusnya bukan belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik seperti pantau tumbuh kembang, baca masalah yang biasa terjadi pada anak di setiap perkembangan usianya, yang disiapkan justru baju-baju, nama, yang membuat orang tua kadang menjadi tidak fokus," kata Yogi, dalam Newsline, Rabu 11 Oktober 2017.

Padahal, kata Yogi, awareness atau kewaspadaan terhadap setiap detik tumbuh kembang anak harus selalu dipantau. Tanpa pengetahuan yang memadai bisa membuat orang tua abai terhadap tanda-tanda yang mungkin dialami oleh anak.

Dia mengatakan anak-anak bukanlah orang dewasa yang bisa mengungkapkan secara terbuka bahwa ada yang tidak beres pada tubuhnya. Ketika mereka merasakan sesuatu yang lain tentu orang tua adalah pihak yang pertama kali harus waspada.

Misalnya, tumbuh kembang anak yang tak sesuai atau sudah diberi cukup makan tetapi tidak bertambah berat badannya. Hal seperti ini seharusnya bisa disadari oleh orang tua. Jangan menunggu hingga anak mengalami sakit berlanjut baru kemudian panik dan mencari pertolongan.

"Yang juga sangat penting adalah belajar mengenali kondisi kegawatdaruratan. Kalau kita tidak terbiasa akan sulit mengenalinya," kata Yogi.

Yogi mencontohkan, kondisi kedaruratan seperti anak mengalami sesak napas atau tidak, bisa diketahui dari laju napas yang dihirup dan bagaimana usaha anak untuk mendapatkan oksigen.

Ketika orang tua mengatakan laju napas anak 40 kali per menit, jangan dulu panik. Sebab laju napas seperti itu jika terjadi pada bayi yang baru lahir hingga usianya sekitar satu bulan adalah hal yang wajar. Menjadi tidak wajar jika anak yang sudah berusia satu tahun ke atas memiliki laju napas sebanyak itu.

"Jadi ada nilai-nilai yang bisa kita hitung dan ajarkan. Masalah yang sering muncul orang tua sudah panik duluan padahal anaknya enggak apa-apa. Dampaknya dokter jadi over treatment yang juga tidak baik untuk anak. Itulah mengapa orang tua harus punya awareness dan pemahaman yang baik terhadap anak," jelas Yogi.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017