DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Makanan Padat Bikin Kualitas Tidur Bayi Lebih Baik

Raka Lestari - 12 Juli 2018 15:30 wib
(Foto:: Foxnews)
(Foto:: Foxnews)

Jakarta: Selain air susu ibu (ASI), bayi sebaiknya mulai diajarkan mengonsumsi makanan padat. Sebab, meningkatkan kualitas tidur buah hati lebih baik.

Penelitian yang dilakukan oleh the Enquiring About Tolerance (EAT) menunjukkan bahwa kualitas tidur bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat semenjak umur tiga bulan lebih baik daripada yang disusui secara eksklusif hingga usia enam bulan. Kesimpulan tersebut berasal dari studi yang melibatkan 1.303 bayi.

Salah satu peneliti Michael Perkin mengatakan, dalam penelitian tersebut timnya membandingkan tidur bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat sejak umur tiga bulan dengan anak yang hanya mengonsumsi ASI selama enam bulan. Penelitian tersebut juga melihat kualitas hidup ibu.

Hasilnya, bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat lebih awal tidur lebih lama dan jarang rewel. Hal tersebut juga berdampak pada kualitas tidur ibu mereka.

"Bayi yang memulai makanan padat lebih kecil mengalami masalah tidur yang serius. Ada hubungan yang sangat kuat antara kualitas hidup ibu dan tidur bayi. Jika bayi tidur dengan buruk, kualitas hidup ibu sangat jelas terpengaruh," kata Dr Perkin, dikutip dari foxnews.

Hasil penelitian tersebut pun didukung oleh oleh Dr Jae Kim, ahli neonatologi di Universitas California dan Rumah Sakit Anak Radey San Diego.

"Ini adalah studi yang dirancang dengan baik untuk benar-benar menjawab pertanyaan itu," kata Kim.

Saat bayi susah tidur pada malam hari ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter apakah bisa mulai makanan. 

Tetapi, Kim memperingatkan tidak semua makanan padat cocok untuk bayi karena dapat membahayakan si buah jati.

Meskipun begitu, Kim juga menyampaikan bahwa makanan padat akan mengurangi manfaat menyusui. Sebab, bayi yang tidur lebih banyak mungkin mengkonsumsi AS lebih sedikit.

"Ada sedikit polarisasi tentang masalah ini. Sangat menyenangkan memiliki studi seperti ini untuk mengukir data aktual untuk membantu mengelola masalah ini," pungkasnya.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TUMBUH KEMBANG BAYI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018