DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bisakah Filler Dikeluarkan dari Tubuh setelah Disuntikkan?

Sri Yanti Nainggolan - 10 Juli 2018 15:52 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Publik figur Kylie Jenner baru saja melepas filler pada bibirnya. Apakah dampak dari pengeluaran filler tersebut?

Filler adalah memasukkan asam hylaronic (AH) ke dalam tubuh melalui suntikan. AH adalah zat alami tubuh dimana umumnya kita akan kehilangan satu persen zat tersebut ketika menginjak usia 30 tahun.

"Mengisi hylaronic bisa memakan sekitar 6-12 bulan untuk larut sendiri, dimana zat tersebut akan menuju enzim dalam tubuh bernama hyaluronidase yang merupakan keluarga enzim yang mengkatalisis degradasi asam hialuronat," terang Dr Nick Milojevic selaku mengelola Milo Clinic. 

Namun, bila Anda sudah bosan, Anda bisa kembali ke bentuk bibir semula dengan kembali menyuntikkan enzim hyaluronidase. 

"Untuk mempercepat penghapusan filler, suntikkan hyaluronidase langsung pada bibir. Kemudian, dalam 3-4 hari, akan terjadi penurunan tebal bibir."

Namun, bisa terjadi risiko reaksi alergi, meski kecil. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter saat akan melakukan prosedur tersebut. 

"Saya menyarankan pasien saya untuk menunggu agar filler kembali ke bentuk semula secara alami untuk menghindari adanya risiko."

Setelah 6-12 bulan memakai filler, menurut SmilePod.co.uk., asam hylaronic akan pecah dengan sendirinya dalam tubuh. 

Bila dapat diambil kembali, apakah itu berarti filler aman untuk tubuh? Tidak sepenuhnya. 

Menurut NHS, terdapat beberapa risiko umum bila melakukan filler dermal seperti ruam, bengkak, gatal dan memar infeksi, filler bergerak hingga menjauh dari area perawatan hingga membentuk benjolan. Akibatnya, perlu dilakukan pengobatan yang bisa berujung pada penyumbatan pembuluh darah dan menyebabkan kematian jaringan, kebutaan permanen atau emboli paru.





(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018