Benarkah Nikotin Bisa Meningkatkan Kreativitas?

Sri Yanti Nainggolan - 15 November 2017 12:14 wib
Salah satu kecanduan atau adiksi yang sulit untuk dihilangkan adalah kecanduan pada nikotin. (www.esfjc.co.uk)
Salah satu kecanduan atau adiksi yang sulit untuk dihilangkan adalah kecanduan pada nikotin. (www.esfjc.co.uk)

Jakarta: Salah satu kecanduan atau adiksi yang sulit untuk dihilangkan adalah kecanduan pada nikotin. Padahal, efeknya tak hanya berdampak pada pengguna, tetapi juga orang di sekitar.

Psikiater dr Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ (K) MPH menjelaskan, kecanduan rokok masuk urutan ketiga yang berbahaya setelah heroin dan kokain. "Efek kecanduannya bisa dikalahkan oleh dua jenis narkoba tersebut. Namun, efek adiksi nikotin bisa sangat berbahaya," jelas Dr Adhi dalam diskusi Ruang Publik KBR, Rabu 15 November 2017.

Ia menerangkan, nikotin memang dapat menimbulkan efek menenangkan jika digunakan dalam dosis rendah. Jika dosisnya terus ditingkatkan, maka zat tersebut bisa menjadi stimulan yang membuat pengguna menjadi energetik atau lebih fokus.

"Hal ini yang membuat pengguna berpikir bahwa tak merokok membuat mereka kehilangan ide," tambahnya.

Namun, hal ini pada akhirnya menjadi dalih bagi para perokok agar bisa terus merokok. Padahal, seseorang bisa saja memilih cara positif lainnya untuk membuat tubuh menjadi lebih bersemangat dan fokus. Berolahraga, contohnya. Apalagi, merokok memberi dampak berbahaya tidak hanya untuk perokok aktif, tetapi juga perokok pasif.

Seseorang dapat dikatakan telah mengalami adiksi atau kecanduan ketika menggunakan suatu zat selama lebih dari setahun dan semakin lama mengalami peningkatan dosis zat tersebut.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017