Sebab Tersembunyi yang Dapat Merusak Jantung Anda

Torie Natalova - 10 November 2017 15:56 wib
Mulailah memikirkan tentang perasaan Anda selama sebulan lalu dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut ini. (Foto: Thien Dang/Unsplash.com)
Mulailah memikirkan tentang perasaan Anda selama sebulan lalu dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut ini. (Foto: Thien Dang/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar dari kita mungkin tidak menyadari betapa beratnya stres kronis dapat terjadi pada tubuh dan dampaknya dapat merusak kesehatan jantung Anda.

Stres psikologis mengaktifkan sistem saraf simpatik yang memicu pelepasan hormon seperti adrenalin, norepinephrine dan kortisol. Hal ini dapat membuat jantung Anda berdegup kencang dan pembuluh darah tertentu di seluruh tubuh Anda menjadi sempit untuk menaikkan tekanan darah Anda.

Sentuhan adrenalin tidak selalu buruk, tapi ketika Anda terus merasakan tekanan, Anda dan jantung tidak pernah mendapat kesempatan untuk santai.



Hormon stres juga dapat memicu respons inflamasi yang membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap kerusakan. Daerah yang terkena dampak pada akhirnya membuat rumah untuk plak terbentuk, dan dapat menyebabkan penyumbatan apakah itu plak atau bekuan darah.

Kondisi inilah yang memicu penyakit stroke atau serangan jantung. Memang, penelitian pun telah menghubungkan stres yang terus menerus dengan peningkatan risiko serangan jantung dan gangguan fungsi jantung secara keseluruhan.

(Baca juga: Stres Terbukti Dapat Memicu Serangan Jantung dan Stroke)

Dalam sebuah studi tahun 2012, peneliti memperkirakan bahwa stres yang dirasakan tinggi bisa sama berisikonya dengan peningkatan kolesterol jahat atau LDL. Kemudian, ini akan membuat orang menginginkan makanan berlemak yang dapat memperparah risiko.




Menguji tekanan diri sendiri


Pemeriksaan rutin terhadap emosional Anda dapat dilakukan sendiri. Mulailah memikirkan tentang perasaan Anda selama sebulan lalu dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan berikut:

1. Seberapa sering saya kesal karena sesuatu yang terjadi tidak terduga?

2. Seberapa sering saya merasa bahwa saya tidak dapat mengendalikan hal-hal penting dalam hidup?

3. Seberapa sering saya menemukan bahwa saya tidak dapat mengatasi semua hal yang harus saya lakukan?

4. Seberapa sering saya marah karena hal-hal yang berada di luar kendali saya?

Jika Anda menjawab "sering" terhadap pertanyaan di atas, wajar jika Anda mengalami efek yang berlarut. Meskipun ini tidak bisa dijadikan alat diagnostik, namun ini dapat membantu Anda mengidentifikasi kapan Anda perlu serius mengurangi stres.








(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017