Cara Cegah Kelahiran Prematur Sebelum Kehamilan

Sri Yanti Nainggolan - 14 November 2017 18:05 wib
Kelahiran prematur adalah salah satu hal yang ditakuti banyak bumil. (Foto:  Aditya Romansa/Unsplash.com)
Kelahiran prematur adalah salah satu hal yang ditakuti banyak bumil. (Foto: Aditya Romansa/Unsplash.com)

Jakarta: Kelahiran prematur adalah salah satu hal yang ditakuti banyak bumil. Padahal, risiko tersebut bisa diturunkan dengan persiapan yang tepat.

"Merencanakan kehamilan adalah hal penting, cek kesehatan perlu," tandas dokter anak DR. dr.  Rinawati Rohsiswatmo, SpA (K) dalam temu media Hari Prematuritas Sedunia: Mengungkap Teknologi Terkini untuk Menekan Angka Kematian Bayi di Indonesia, Selasa (14/11/2017).

Ia menambahkan, berdasarkan pembicaraannya dengan para dokter kandungan, sebanyak 60 persen ibu muda mengalami kekurangan vitamin D selama masa kehamilan.

"Seperti kita tahu, tak sedikit wanita yang menganggap kulit putih itu cantik. Jadi mereka tak mau kulit terlalu lama terpapar sinar matahari (yang merupakan sumber vitamin D)," terang dr. Rina.



Akibatnya, vitamin D yang juga berkolaborasi dengan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh dan hal itu berpengaruh saat masa kehamilan karena asupan kalsium ke janin pun tak mencukupi.

(Baca juga: 3 Penyebab Bayi Lahir Prematur Saat Kehamilan)

Selain vitamin D, kebutuhan mikronutrien juga tak bisa disepelekan.

"Saat hamil, banyak bumil minum susu. Tapi kalau sedikit asupan sayur atau ikan, maka bisa memicu preeklampsia yang berisiko memicu kelahiran prematur," tambahnya.

Preeklamsia merupakan komplikasi yang berpotensi membahayakan kehamilan, biasanya ditandai dengan tekanan darah tinggi, kaki bengkak, dan sakit kepala parah.

Oleh karena itu, dr. Rina menekankan bahwa sebaiknya kehamilan dipersiapkan dengan matang dan pemenuhan nutrisi selama masa itu juga dipenuhi agar tidak terjadi kehamilan dan kelahiran yang tak diinginkan. 









(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017