DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.147.901 (21 SEP 2018)

Mengajari Anak Pola Makan Sehat ala Orang Jepang

Raka Lestari - 15 April 2018 12:49 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Negara Jepang terkenal dengan penduduknya yang sehat dan berumur panjang. Tak hanya orang dewasa, anak-anak di Jepang juga sudah diajarkan untuk memilih-milih makanan-makanan yang sehat sejak dini. Peran orang tua tentunya sangat penting untuk mengajarkan kepada anak-anak mengenai cara memilih makanan yang sehat.

Apa saja yang dilakukan orang tua di Jepang sehingga anak-anaknya bisa tumbuh dengan sehat? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Reader's Digest.

1. Membuat makanan berbahan dasar sayuran

Cara makan di Jepang sangat efisien karena dikemas dengan bentuk-bentuk yang menarik dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Sajikan lebih banyak makanan berbahan dasar tanaman seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan lemak sehat, seperti ikan yang mengandung omega 3, dan lebih sedikit makanan olahan dengan tambahan gula dan garam. Pola makanan ini relatif rendah kalori, tinggi nutrisi, dan lebih efisien mengisi tenaga meski berkalori yang rendah.

2. Membuat waktu-waktu makan menjadi meriah

Anak-anak di Jepang tidak terlalu banyak mengonsumsi camilan.  Ahli gizi Tomomi Takahashi dari Kaji Sakura Nursery School di Hokkaido menyarankan, "Anda tidak perlu memaksakan anak untuk makan, bersikaplah santai sehingga anak Anda akan merasa nyaman saat makan. Tunjukan kepada anak-anak bahwa makan itu menyenangkan."

Ia juga menekankan pentingnya makan malam bersama keluarga, "Sekalipun Anda sibuk, atur waktu makan sehingga Anda bisa makan bersama anak-anak, setidaknya satu kali sehari."


3. Ajak anak mengeksplorasi makanan baru

Kesukaan dan ketidaksukaan anak-anak terhadap makanan bisa berubah seiring berjalannya waktu, dan orang tua dapat dengan lembut mengarahkan mereka ke pola makan yang lebih sehat hanya dengan membiarkan anak-anak ke berbagai pilihan makanan dan dengan memberi contoh.

4. Siapkan makanan dengan porsi yang cukup

Jennifer Orlet Fisher, PhD, direktur Temple University Center for Obesity Research and Education and its Family Eating Laboratory menemukan bahwa anak-anak cenderung tidak akan mengambil makanan dalam porsi besar ketika mereka dibiarkan mengambil sendiri makanannya. Dia merasa bahwa menawarkan anak-anak piring yang lebih kecil dan membiarkan mereka mengambil makanan mereka sendiri dapat membantu dalam menjaga ukuran porsi dan nafsu makan dalam porsi yang tepat.

5. Mengajak anak untuk menyiapkan makan bersama

Mengajak anak-anak untuk turun ke dapur memiliki manfaat seperti yang disebutkan dalam sebuah studi yang meneliti sekolompok anak-anak berusia 6 hingga 10 tahun. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite Agustus 2014 ini menunjukkan bahwa melibatkan anak-anak dalam mempersiapkan makanan yang sehat dan seimbang bisa menjadi strategi atau cara yang terbaik untuk meningkatkan pola makan mereka.

 


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS & TRIK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 22-09-2018