DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Aktivitas Fisik Bantu Meningkatkan Berat Badan Anak

Sri Yanti Nainggolan - 13 Februari 2018 10:03 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa tubuh yang aktif sejak usia prasekolah dapat meningkatkan berat badan dan kesejahteraan si kecil secara keseluruhan.

Laporan dari Mass General Hospital for Children (MGHfC) menemukan bahwa anak yang berpartisipasi dalam program aktivitas fisik sebelum usia sekolah selama 12 minggu mengalami peningkatan dalam hal berat badan dan kesejahteraan emosional maupun sosial, dibandingkan teman sekelas mereka yang tidak berpastipasi.

Studi bernama Program Build Our Kid’s Success (BOKS) tersebut menemukan beberapa pengungkapan konsekuensional tentang kesehatan anak.

"Kami tahu bahwa aktivitas fisik memiliki efek positif pada kesehatan anak, dari mengurangi angka obesitas dan penyakit karena obesitas, untuk mendukung performa di sekolah dan kesehatan secara umum," ujar pmimpin studi Rchel Whooten, seperti dikutip The Health Site.

Program tersebut melakukan sesi sebelum sekolah selama satu jam tiga hari seminggu dalam 12 minggu. Tiap sesi dimulai dengan permainan pemanasan, diikuti aktivitas yang melibatkan lari, aktivitas tambahan seperti push up atau sit up, permainan di akhir permainan, serta diskusi nutrisi selama peregangan dan pendinginan.

Whooten menambahkan, "Meskipun bermanfaat, anak dan keluarga jarang mendapatkan kesempatan untuk aktif secara fisik. Studi kami mengevaluasi apakah ada sekolah yang ingin melakukan program tersebut."

Hasilnya, 16 sekolah mengadakan sesi dua kali seminggu dan delapan sekolah melakukannya tiga kali seminggu.

Secara keseluruhan, 274 anak berpartisipasi dalam program dua kali seminggu, 151 anak dalam program tiga kali seminggu, dan 28 anak menjadi kelompok pebandingan.

Pada akhir program BOKS, anak yang melakukan sesi tiga kali seminggu memiliki nilai indeks massa tubuh (BMI) yang lebih baik dan kesempatan untuk mengalami penurunan BMI dibandingkan kelompok terakhir. Usia dan jenis kelamin telah diperhitungkan dalam penelitian tersebut.

Partisipan yang mengikuti sesi tiga kali seminggu juga memiliki nilai lebih baik dalam hal tugas sekolah, sementara mereka yang memiliki sesi dua kali seminggu mengalai peningkatan dalam hal suasana hati, vitalitas, dan energi.

"Struktur program dimana relawan sekolah mendapatkan latihan ringkas dan mengikuti kurikulum standar ini dapat membuat guru dan orang tua mengerti dan membantu anak lebih aktif. Fleksibilitas program BOKS dan kurangnya investasi yang dibutuhkan untuk sumber material dapat membantu sekolah dengan peralatan dan sumber keuangan yang terbatas," terang peneliti lain Elsie Taveras.

Muncul atas inisiatif Yayasan Reebok, yang merupakan sponsor bersama dari studi saat ini, Program BOKS saat ini tersedia di lebih dari 3.000 sekolah dasar dan menengah di Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Lihat video:




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018