DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 40.273.617.416 (15 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Konsumsi Paracetamol selama Hamil Berpengaruh pada Kesuburan Keturunan

Sri Yanti Nainggolan - 11 Januari 2018 11:02 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi paracetamol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penurunan kesuburan pada anak perempuan mereka. Paracetamol berfungsi menurunkan demam tinggi atau menghilangkan nyeri.

Para peneliti dari University of Edinburgh di Skotlandia menemukan bahwa ovarium manusia yang terpapar parasetamol selama seminggu di laboratorium kehilangan 40 persen sel telur mereka.

Bila efek serupa terjadi dalam rahim, bisa jadi anak perempuan dalam kandungan juga terekspos oleh obat-obatan tersebut dan lahir dengan sel telur yang lebih sedikit. Akibatnya, kemungkinan untuk mengandung semakin kecil dan kemungkinan mengalami menopause dini lebih cepat.

Penyebabnya karena paracetamol dan ibuprofen mengganggu hormon bernama prostaglandin E2, yang  berperan penting dalam perkembangan sistem reproduksi janin.

"Studi in mengidentifikasikan adanya risiko dari konsumsi paracetamol atau ibuprofen, meskipun kami belum tahu pasti apa efek yang akan ditimbulkan pada kesehatan manusia atau dosis yang dapat membahayakan kesuburan," ujar peneliti Richard Sharpe seperti dilansir The Health Site.

Janin berjenis kelamin laki-laki juga bisa terkena dampak dari obat-obatan tersebut. Namun, tak seperti perempuan yang memiliki persediaan telur tebatas, laki-laki terus memproduksi sperma seumur hidup.

Studi yang dipresentasikan dalam konfresi Fertility 2018 di Liverpool tersebut mengujicoba efek paracetamol dan ibuprofen pada janin testis dan ovarium manusia selama lebih dari seminggu.

Para peneliti menghitung sel kuman yang berubah menjadi sperma dan telur. Pada ovarium, jumlah sel menurun hingga 40 persen, sedangkan jumlah sel kuman pada testis berkurang seperlima.





(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 16-10-2018