Ini Penyebab Gangguan Kesehatan Mental di Dunia Kerja

Sri Yanti Nainggolan - 10 Oktober 2017 18:05 wib
(Foto: Metro)
(Foto: Metro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah survei yang dilakukan oleh The Hoxby Collective menemukan bahwa 33 persen pekerja mengaku mengalami masalah kesehatan mental terkait jam kerja yang padat.

Sekitar 90  persen mengalami tingkat stres berlebih, 79 persen mengalami kecemasan, 60 persen mengalami depresi, dan 52 persen mengalami insomnia.

Sepertiga dari partisipan mengaku mengambil cuti untuk mengatasi masalah tersebut.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa jam kerja 8 jam ternyata tidak selalu memberi efek positif pada kesehatan jiwa.

Sebanyak 61 persen partisipan merasa tertekan jika terlambat datang bekerja karena berbagai alasan seperti ingin menunjukkan komitmen dalam pekerjaan, atasan dan rekan kerja juga terlambat, hingga ingin mendapatkan promosi.

Untuk mengubah kebiasaan tersebut, atasan sebaiknya menjadi contoh bagi pekerja, datang dan pulang tepat waktu, serta memanfaatkan istirahat siang dengan maksimal.

Selain itu, presenteeism juga menjadi salah satu penyebab mayor dari gangguan kesehatan mental di dunia kerja. Presenteeism adalah kondisi dimana seseorang lebih memilih untuk tetap bekerja meski sedang sakit-sakitnya.

Hal tersebut tak membuat kualitas kerja semakin baik, bahkan membuat pekerja semakin stres dan kelelahan sehingga membutuhkan waktu istirahat lebih banyak dari seharusnya.

Survei tersebut juga menyebutkan bahwa fleksibilitas jam kerja tak hanya membuat pekerja bahagia, tetapi juga menjadi lebih produktif dibanding jam kerja yang kaku.

Sekitar 88 persen dari partisipan mengaku merasa lebih efisienn jika memiliki jam kerja yang fleksibel dimana 73 persen merasa lebih bahagia, 71 persen merasa lebih fokus, dan 67 persen merasa kerja di rumah lebih produktif.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017