DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Manfaat yang Diperoleh dari Tidur Lama

Raka Lestari - 12 Januari 2018 18:13 wib
Menurut sebuah studi dari para peneliti di King's College London, orang-orang yang sering menambah jam tidur mereka bisa mengonsumsi lebih sedikit gula dan karbohidrat. (Foto: Courtesy of Sodie Delauw)
Menurut sebuah studi dari para peneliti di King's College London, orang-orang yang sering menambah jam tidur mereka bisa mengonsumsi lebih sedikit gula dan karbohidrat. (Foto: Courtesy of Sodie Delauw)

Jakarta: Tidur lebih lama bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan manfaat kesehatan atau bahkan bisa menurunkan berat badan. Menurut sebuah studi dari para peneliti di King's College London, orang-orang yang sering menambah jam tidur mereka bisa mengonsumsi lebih sedikit gula dan karbohidrat. 

Peneliti merekrut 42 partisipan. Sebanyak 21 orang diperbolehkan menambahkan waktu tidur mereka sebanyak 1,5 jam setiap malamnya dan sisanya diperbolehkan tidur dengan waktu tidur yang sama seperti biasanya. 

Setiap orang tidak diperbolehkan mengonsumsi kafein sebelum tidur, melakukan hal-hal yang bisa merelaksasi tidur, dan tidak disarankan tidur dalam keadaan kenyang atau terlalu lapar. 

Para peneliti mencatat, para peserta yang tidur dalam waktu yang lebih lama mengurangi asupan gula pada tubuh mereka. Gula sederhana yang biasanya terdapat pada jus buah, misalnya mengandung 10 gram gula ditambah lagi dengan asupan karbohidrat mereka. 


(Menurut sebuah studi dari para peneliti di King's College London, orang-orang yang sering menambah jam tidur mereka bisa mengonsumsi lebih sedikit gula dan karbohidrat. Foto: Zohre Nemati/Unsplash.com)

(Baca juga: Studi: Semakin Tua, Tidur Semakin Kurang Nyenyak)

Peneliti utama pada studi tersebut, Wendy Hall, dari Departemen Ilmu Nutrisi Kings College mengatakannya, "perubahan gaya hidup yang sederhana benar-benar dapat membantu orang terhadap konsumsi makanan sehat."

Menurut para ahli, lebih dari sepertiga orang dewasa di Inggris tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur. Sedangkan di Amerika Serikat, jumlahnya tidak jauh berbeda. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur. 

Penelitian sebelumnya juga mendukung teori bahwa orang yang tidur dalam waktu yang lebih pendek cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang memiliki waktu tidur panjang, dan tidak cukup tidur juga dikaitkan dengan diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.









(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIDUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018