DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Bahayakah Mengonsumsi Antidepresan saat Hamil?

Raka Lestari - 11 April 2018 14:54 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Terdapat beberapa penelitian yang mengamati efek pemakaian anti-depresan selama kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut ada kaitannya dengan peningkatan risiko keguguran.

Penelitian lain fokus pada efek yang ditimbulkan pada bayi yang sedang berkembang, seperti kemungkinan lahir cacat dan peningkatan risiko autisme. 

Dalam studi terbaru untuk membahas masalah ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Claudia Lugo-Candelas, seorang peneliti pasca-doktoral di Universitas Columbia mengamati gambar otak dari 98 bayi, sebulan setelah mereka lahir.

Beberapa ibu bayi mengalami depresi dan menjalani pengobatan dengan anti-depresan yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), sementara yang lain mengalami depresi namun tidak diobati. Ada juga beberapa ibu yang tidak mengalami depresi. 

Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics,  bayi yang ibunya mendapatkan perawatan SSRI menunjukkan volume otak yang lebih besar di daerah yang terkait dengan emosi dan memproses emosi, serta koneksi yang lebih tinggi di antara daerah-daerah ini, dibandingkan dengan bayi yang ibunya tidak dirawat karena depresi atau tidak mengalami depresi. 

Bagian otak tersebut, yang disebut amygdala dan korteks insular pada umumnya merupakan pusat perasaan terkuat, termasuk rasa takut dan motivasi, dan terlibat secara integral dalam suasana hati.

Perubahan yang disebabkan oleh paparan SSRI sebelum lahir itu dapat berkontribusi terhadap perubahan sensitivitas bayi yang sedang berkembang terhadap serotonin dan kemampuan untuk menanggapi bahan kimia otak. 

Namun, Lugo-Candelas mengatakan bahwa semua bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan pengobatan SSRI sehat, dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak semua wanita yang menggunakan SSRI untuk mengobati depresi akan berakhir dengan memiliki bayi dengan gangguan kecemasan atau depresi.

Sebaiknya para wanita yang menggunakan anti-depresan harus berdiskusi dengan dokter mereka apakah perawatan berkelanjutan adalah pilihan terbaik bagi mereka, atau apakah mereka harus mempertimbangkan alternatif lain ketika mereka sedang melakukan program kehamilan.


Lihat video:




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEHAMILAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018