DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.058.936.361 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tips agar Si Ekstrovert dan Introvert Bisa Bersahabat

- 13 September 2018 13:38 wib
(Foto: iStock)
(Foto: iStock)

Jakarta: Orang dengan kepribadian ekstrovert dan introvert saling bertolak belakang. Namun, bukan berarti mereka tak bisa menjalin hubungan persahabatan atau cinta.

Psikolog Klinis RS Pondok Indah-Puri Indah, Meriyati, M. Psi memberi tips menjalin hubungan dengan pemilik karakter introvert, jika Anda seorang ekstrovert.

Pertama, sebelum menjalin hubungan, kita harus mau belajar memahami kepribadian orang lain, karena dengan memahami kepribadian, akan lebih mudah bagi kita untuk menentukan sikap dan tutur kata.

"Hindari kalimat yang dapat menyinggung perasaan, karena orang introvert akan menganalisa dan menyimpannya di dalam hati," ujar Meriyati, saat berbincang dengan Metrotvnews.com.

Kedua, dukung apa yang menjadi kesukaannya, misal hobi. Jangan memberi label "si kutu buku" atau mengucilkannya.

Ketiga, jangan paksa dia melakukan apa yang tidak ingin dilakukan. Misal, menceritakan apa yang sedang dirasakannya.

"Lebih baik Anda menerapkan sistem 'tunggu bola.' Dengarkan ia jika ingin curhat, tapi jangan pernah memaksa. Hargai sikapnya," tambah Meriyati.

Keempat, jaga kepercayaannya. Pribadi introvert akan sangat kecewa jika Anda mengkhianati kepercayaan yang diberikannya. "Jika mereka sudah tersakiti, mereka tak akan percaya Anda lagi selamanya," kata Meriyati.

Sebuah hubungan bisa dikatakan sehat jika terjadi keseimbangan. Artinya, bukan hanya pribadi ekstrovert yang harus memahami introvert, tetapi juga sebaliknya. 

Pribadi introvert disarankan agar tidak mudah tersinggung dengan ucapan ekstrovert. Karena pada dasarnya, ekstrovert lebih senang berterus terang terhadap hal yang ada dalam pikirannya.

"Karena outspoken, ekstrovert biasanya lebih emosional. Tetapi juga lebih mudah melupakan, atau memaafkan masalah," kata dia.

Yang tak kalah penting bagi orang introvert dan ekstrovert ialah saling menyesuaikan diri. Ini menjadi kunci penting dalam menjalin hubungan.

"Setiap kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, pribadi introvert diharapkan dapat belajar lebih membuka diri terhadap pergaulan baru dan sosial. Sementara, pribadi ekstrovert  disarankan lebih bisa menikmati waktu sendiri karena kadang  tidak selamanya bersama  teman-teman," ucap Meriyati memberi saran.


(DEV)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 15-11-2018