DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 14.332.438.005 (21 AGUSTUS 2018)

Tujuh Mitos tentang Disleksia yang Sebaiknya Tidak Dipercaya

Raka Lestari - 13 Juni 2018 13:45 wib
(Foto: Reader Digest)
(Foto: Reader Digest)

Jakarta: Disleksia merupakan jenis gangguan yang jarang disadari, namun bisa sangat berdampak pada kehidupan seseorang. Dilansir dari web md, disleksia membuat penderitanya kesulitan belajar atau membaca. Hal itu terjadi ketika ada masalah dengan cara otak memproses simbol grafik.

Disleksia sama sekali tidak berkaitan dengan kurangnya kecerdasan. Bahkan, banyak penderita disleksia yang cemerlang. 

Belum banyak orang memahami apa itu disleksia sehingga ada banyak mitos yang beredar, beberapa contohnya seperti dikutip dari Reader Digest berikut ini.

1. Hanya terjadi pada laki-laki

Disleksia dapat mempengaruhi laki-laki maupun perempuan dalam presentase yang sama. Para peneliti menemukan bahwa perempuan cenderung lebih tertutup dan menyembunyikan kondisi mereka.

2. Disleksia terjadi 100 persen karena keturunan

Genetika dan perbedaan di otak menjadi salah satu penyebab disleksia. Penelitian menunjukkan bahwa 40 persen saudara kandung, anak-anak, atau orang tua dari seseorang dengan disleksia juga akan mengalami disleksia.

3. Orang dengan disleksia membaca secara mundur

Disleksia membuat seseorang kesulitan membaca. Salah satu gejalanya adalah dengan membaca secara terbalik, namun itu tidak selalu menjadi pertanda bahwa seseorang terkena disleksia. 

4. Disleksia hanya mempengaruhi dalam membaca

Menulis, mengeja, berbicara, dan bersosialisasi adalah semua keterampilan yang dapat dipengaruhi oleh disleksia. Karena disleksia adalah kondisi yang kompleks, berdasarkan otak, itu dapat mempengaruhi orang yang berbeda dalam berbagai cara

5. Orang dengan disleksia hanya perlu berusaha lebih keras

Karena fungsi otak berbeda pada orang dengan disleksia, cara membaca yang biasa dilakukan orang normal dan instruksi bahasa mungkin tidak berfungsi untuk mereka. Sebaliknya mereka justru membutuhkan bimbingan yang intensif dan terstruktur. 

6. Disleksia adalah tanda IQ yang rendah

Disleksia bukanlah tanda kecerdasan yang rendah. Ini terjadi pada anak-anak dari semua latar belakang dan tingkat kecerdasan. Memiliki disleksia tentu bukan berarti anak Anda tidak pintar, dan penting untuk tidak pernah mengatakan bahwa mereka tidak pintar. 

7. Penderita disleksia tidak pernah sukses di sekolah 

Dengan strategi dan dukungan pengajaran disleksia yang baik, banyak anak-anak yang mengalami disleksia namun mereka tetap bisa  melanjutkan sekolah mereka sampai ke perguruan tinggi.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAMUS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-08-2018