DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.914.488.519 (18 AGUSTUS 2018)

Benarkah Mudah Marah Pertanda Pandai?

Sri Yanti Nainggolan - 07 Agustus 2018 12:50 wib
(Foto: The Health Site)
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa pemarah cenderung lebih pandai. Benarkah demikian?
Sebuah studi menemukan bahwa emosi marah berhubungan dengan emosi negatif seperti depresi dan kecemasan.

"Marah lebih ke arah orientasi pendekatan dan berhubungan dengan persepsi risiko optimistik dan umumnya bias optimistik," ujar pemimpin studi Marcin Zajenkowski dari University of Warsaw.

Studi tersebut berasal dari pemikiran tentang apakah orang-orang dengan tingkat kemarahan yang tinggi menunjukkan bias dalam persepsi kemampuan dan kompetensi mereka.

Menurut laporan IBTimes, studi tersebut secara khusus melibatkan pengujian apakah kemarahan tinggi mengarah ke ilusi intelijen positif atau tidak.

Dua penelitian dilakukan dan ada total 528 peserta. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang menggambarkan diri mereka mudah marah cenderung melebih-lebihkan tingkat kecerdasan mereka.

Mereka juga menemukan bahwa terlepas dari hubungan antara kemarahan dan kecerdasan, dalam kenyataannya, tidak ada keterkaitan dengan kecerdasan yang sebenarnya dari orang itu.

"Penelitian ini hanya berurusan dengan satu sisi kemarahan, dan studi masa depan mungkin mengeksplorasi apakah kemarahan sementara juga mengarah pada persepsi bias kemampuan mereka," tambah Zajenkowski.

Hasilnya juga mengungkapkan bahwa kepribadian pemarah (Trait-Anger) secara positif saling berkorelasi dengan neurotisme sampai batas tertentu.

Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Intelligence tersebut menyebutkan bahwa neurotisisme sebagai penekan hubungan antara Trait-Anger dan kecerdasan yang dinilai secara subjektif.

Lihat video:





(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-08-2018