DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pentingnya Diagnosis Dini pada Demensia

Sri Yanti Nainggolan - 10 Agustus 2018 11:01 wib
Meskipun gejala yang dikenali agak sulit ditandai sejak awal, diagnosis dini penting dilakukan. (Foto: Mikael Kristenson/Unsplash.com)
Meskipun gejala yang dikenali agak sulit ditandai sejak awal, diagnosis dini penting dilakukan. (Foto: Mikael Kristenson/Unsplash.com)

Jakarta: Diagnosis dini penyakit dapat menantu perencanaan dan perawatan yang lebih baik, termasuk pada penyakit penurunan fungsi otak demensia. 

Meskipun gejala yang dikenali agak sulit ditandai sejak awal, diagnosis dini penting dilakukan. Mengapa demikian? Berikut alasannya. 

1. Kualitas hidup lebih baik
Ketika diagnosis telah ditegakkan, hal itu akan membantu mengatur rencana hidup secara sistematik karena kehilangan ingatan tak terlalu menonjol di tahap awal. Cobalah ciptakan lingkungan yang mendukung Anda untuk menjalani hari-hari ke depan dengan penyakit tersebut. 

Diagnosis dini membantu Anda lebih mengenal demensia lebih dalam. Mengetahui apa yang perlu dipersiapkan dalam perawatan membantu menguatkan Anda saat menjalaninya. 

(Baca juga: Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Demensia hingga 20 Persen)


(Seseorang dengan demensia membutuhkan bantuan dalam kegiatan sehari-hari ketika penyakit tersebut berkembang sehingga tinggal sendiri bukanlah pilihan yang aman. Foto: Jeff Sheldon/Unsplash.com)

2. Memilih pengasuh
Anda juga sudah bisa memilih pengasuh pada masa awal tersebut. Konseling dan dukungan dari pengasuh membantu dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan pengobatan seperti pilihan perawatan, program kesejahteraan, situasi tempat tinggal, dan perawatan kehidupan.

3. Pemilihan obat yang benar
Terdapat beberapa kondisi yang memicu gangguan lain seperti hipotiroidisme dan kekurangan vitamin B12 atau vitamin B6. Masalah umum lainnya yang dihadapi oleh lansia adalah depresi. Depresi juga dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan demensia dan itulah sebabnya itu disebut depresi pseudo-demensia. Depresi bagaimanapun, dapat diobati jika didiagnosis dengan tepat.

4. Memutuskan situasi hidup yang sesuai
Seseorang dengan demensia membutuhkan bantuan dalam kegiatan sehari-hari ketika penyakit tersebut berkembang sehingga tinggal sendiri bukanlah pilihan yang aman. Seseorang dengan demensia akan merasa paling nyaman dalam suasana yang akrab. Fasilitas hidup yang dibantu juga diketahui membuat mereka lebih senang. 





(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DEMENSIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018