Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

3 Metode Pengobatan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Sri Yanti Nainggolan - 14 Februari 2018 12:12 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Seiring dengan kemajuan teknologi, cara pengobatan pun semakin canggih. Untuk beberapa penyakit, jika dulu harus melakukan pembedahan, kini tak perlu lagi.

Metode konvensional ini digunakan sudah jarang digunakan, kecuali untuk kasus dengan ukuran batu ginjal yang besar.

Meskipun batu telah diambil, Ahli urologi dr. Hery Tiera, Sp.U dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta memeringatkan agar tetap mengadopsi hidup sehat agar batu ginjal tak muncul lagi.

"Risiko berulang (muncul batu ginjal lagi) sebanyak 50 persen setelah lima tahun sembuh," kata dia.

Berikut empat metode pengobatan batu ginjal yang kini umum digunakan di Indonesia pada temu media, Selasa 13 Febuari 2018.

1. Obat-obatan konservatif

Perawatan ini berlaku untuk pasien yang memiliki batu ginjal berukuran kurang dari 5 mm. Obat-obatan tersebut diharap dapat mengeluarkan batu melalui urine yang keluar. Obat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kontrasi otot polos di saluran kencing sehingga batu akan keluar secara spontan.

Selain itu, pasien juga diharuskan banyak minum air putih agar intensitas kencing semakin sering dan banyak sehingga mendorong batu untuk keluar.

2. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)

Metode tanpa invasif ini untuk batu ginjal berukuran 5 mm - 2 cm. Sebuah alat dipasangkan didekat tubuh kemudian disalurkan gelombang ke dalam tubuh yang fokus untuk menghancurkan batu.

"Ini adalah prosedur favorit karena cepat, dengan tingkat kesuksesan 98 persen untuk hancurkan batu ginjal dan dan 88 persen untuk batu empedu," tukas dr Hery.

3. Percutaneus nephrolithotomy (PCNL)

Metose minimal invasif ini disebut juga dengan bor ginjal. Tubuh pasien akan dimasukkan alat kecil yang berisikan kamera ke arah bawah ginjal yang tak memiliki pembuluh darah dengan tujuan mengurangi risiko pendarahan. Kemudian, batu tersebut akan dilaser sehingga berubah menjadi serpihan.

Luka yang dihasilkan umumnya tak besar, seukuran dengan alat tersebut, sekitar 1-2 cm. Umumnya, metode ini digunakan untuk pasien dengan ukuran batu ginjal lebiuhh dari 2 cm.






(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAMUS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018