DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Bakteri Listeria: Hal yang Perlu Diketahui

- 09 Maret 2018 13:52 wib
Ilustrasi-- Bakteri listeria monocytogenes. (Foto: CDC)
Ilustrasi-- Bakteri listeria monocytogenes. (Foto: CDC)

Jakarta: Kasus tewasnya empat warga Australia usai mengonsumsi buah melon yang terkontaminasi bakteri listeria mengejutkan dunia. Bagi kebanyakan orang, sebagaimana melansir The Straits Times, mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri listeria tidak menyebabkan penyakit. 

Hanya, listeriosis yang terdapat pada makanan dapat menimbulkan risiko serius terhadap orang dengan sistem kekebalannya lemah. Seperti ibu hamil, bayi yang baru lahir, dan orang lanjut usia. 

Seseorang yang terkena bakteri listeria menunjukkan gejala diare atau gangguan pada gastrointestinal diikuti dengan tanda mirip flu seperti demam dan nyeri otot.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat menyebut pada perempuan hamil, listeriosis dapat menyebabkan komplikasi pada janin atau bayi yang baru lahir.

Perempuan hamil yang terinfeksi bakteri listeria dapat mengalami keguguran, janin meninggal, kelahiran prematur, sampai dengan infeksi yang mengancam nyawa.

Konsultan Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Tan Tock Seng, Singapura, James Yew mengatakan wabah listeria terjadi secara sporadis di seluruh dunia. Belakangan kasus infeksi listeria yang parah ditemukan di Australia dan Afrika Selatan. 

"Infeksi ini relatif jarang terjadi tetapi bisa ditemukan di mana saja," katanya.

Yew mengatakan bakteri tersebut dapat dideteksi dari darah atau kotoran pasien yang menunjukkan gejala seperti di atas. Infeksi ini juga bisa ditemukan pada cairan serebrospinal pasien penderita meningitis. 

"Jika didiagnosa lebih awal, listeriosis bisa diobati dengan antibiotik. Orang muda dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat pulih dengan mudah setelah dilakukan perawatan intensif," katanya.

Penyebaran Listeria

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bakteri listeria umumnya berada dekat dengan lingkungan. Bakteri ini dapat ditemukan di air, tanah, bahkan vegetasi tanaman baik sayur maupun buah yang terkontaminasi sepanjang rantai produksi pangan.

Contoh makanan yang berpotensi terkontaminasi listeria adalah susu yang tidak dipasteurisasi, daging merah mentah, hingga buah dan sayuran segar yang tidak dicuci dengan baik.

Bakteri listeria juga bisa mengontaminasi tanaman dengan medium tanah yang terkena hujan lebat. Tumbuhan seperti semangka atau melon adalah yang paling mudah terpapar karena produksi pangannya langsung bersinggungan dengan tanah.

Kontaminasi listeria juga bisa terjadi di restoran atau dapur rumah ketika bahan makanan yang sudah tercemar bercampur dengan bahan makanan lain yang hendak dimasak.

Bakteri listeria monocytogenes merupakan bakteri yang sangat kuat. Dia bahkan tidak mati pada suhu paling dingin dan mampu bertahan hidup pada lingkungan asam seperti perut.


(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WABAH LISTERIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-09-2018