DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kesepian Tingkatkan Risiko Masalah Jantung

Sri Yanti Nainggolan, Raka Lestari - 11 Juni 2018 12:49 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menurut penelitian baru-baru ini, kesepian dapat meningkatkan risiko seseorang untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular. Dalam studi tersebut, disebutkan bahwa merasa kesepian adalah prediktor kuat kematian dini. 

Tim peneliti Denmark menemukan bahwa kesepian berkaitan dengan risiko kematian sampai dua kali lipat pada wanita, dan hampir dua kali lipat pada pria.

"Di masa sekarang, kesepian sudah menjadi sesuatu yang umum dibandingkan sebelumnya dan lebih banyak juga orang yang hidup sendiri," ujar penulis studi, Anne Vinggaard Christensen, mahasiswa PhD di Copenhagen University Hospital di Denmark. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial berkaitan dengan penyakit jantung koroner dan stroke, tetapi ini belum diteliti pada pasien dengan berbagai jenis penyakit kardiovaskular."

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang yang merasa kesepian tiga kali lebih mungkin mengalami gejala kecemasan dan depresi, yang berlaku untuk pria dan wanita. Orang-orang yang kesepian juga dilaporkan memiliki kualitas hidup yang jauh lebih rendah secara keseluruhan.

Studi ini melibatkan sebanyak 13.463 pasien yang menderita penyakit jantung iskemik, aritmia (irama jantung abnormal), gagal jantung atau penyakit katup jantung. Dalam survei, pasien diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai kesehatan fisik dan mental mereka selain menyebutkan tingkat dukungan sosial mereka.

"Kesepian adalah prediktor kuat kematian dini, kesehatan mental yang lebih buruk, dan kualitas hidup yang lebih rendah pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, dan prediktor yang jauh lebih kuat daripada hidup sendiri," ujar Christensen.




(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG STUDI KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018