DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Studi: Kafein Tidak Mengacaukan Detak Jantung

Torie Natalova - 14 April 2018 15:59 wib
Studi: Kafein Tidak Mengacaukan Detak Jantung (Foto: istock)
Studi: Kafein Tidak Mengacaukan Detak Jantung (Foto: istock)

Jakarta: Kafein yang terdapat para kopi atau teh dan minuman lain, seringkali dikaitkan dengan sejumlah gejala kesehatan. Salah satu contohnya adalah jika seseorang merasa cemas atau gelisah, yang kemudian dikaitkan dengan minuman berkafein.

Dokter Jennifer Caudle menjelaskan ada tiga hal umum yang sering Anda dengar tentang dampak buruk kafein. Studi terbaru membantah mitos tersebut.

1. Kafein tidak mengacaukan detak jantung
Banyak pendapat mengatakan kafein dapat mengacaukan detak jantung. Namun, menurut penelitian 2016 dalam Journal of American Heart Association, konsumsi kafein secara teratur tidak menimbulkan detak jantung berlebihan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peneliti tidak menemukan perubahan fungsi jantung pada peserta penelitian yakni 1400 orang dewasa yang minum kopi, teh atau cokelat.

2. Kafein tidak membuat tubuh dehidrasi
Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLOS One menemukan bahwa konsumsi kafein yang moderat tidak akan menyebabkan dehidrasi. Bahkan, kafein ini dapat memberikan kualitas memberikan hidrasi seperti air.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang minum kopi dalam sebuah percobaan kecil, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam total air tubuh, pengukuran massa tubuh dan volume urine. Jadi, meski air adalah cara terbaik untuk menghidrasi tubuh, menyesap kopi juga takkan membuat Anda lelah.

3. Kafein tidak secara konsisten mempengaruhi bayi
Penelitian 2015 dalam American Journal of Epidemiology menemukan bahwa wanita yang makan dan minum kafein dalam jumlah sedang selama kehamilan tidak mempengaruhi kecerdasan atau berat badan bayi mereka di masa depan. Dalam sebuah studi, peneliti melihat tingkat paraxanthine, senyawa dalam kafein pada darah ibu hamil. Para peneliti membandingkan level tersebut selama kehamilan dan IQ juga perilaku anak-anak usia 4 dan 7 tahun.

Hasilnya, tidak ada pola yang konsisten antara asupan kafein ibu dan perkembangan anak-anak mereka. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa konsumsi kafein selama kehamilan tidak berkaitan dengan risiko obesitas anak yang lebih tinggi.

Tetapi, perlu dicatat bahwa NHS merekomendasikan wanita hamil harus minum tidak lebih dari 200 mg kafein per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KOPI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018