Ketahui Katarak pada Bayi

Sri Yanti Nainggolan - 13 September 2017 15:36 wib
Sampai saat ini, hanya operasi yang bisa menghilangkan katarak dengan cara mengganti lensa mata yang keruh dengan bahan sintetis. (Foto: Mindy Olson P/Unsplash.com)
Sampai saat ini, hanya operasi yang bisa menghilangkan katarak dengan cara mengganti lensa mata yang keruh dengan bahan sintetis. (Foto: Mindy Olson P/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Katarak adalah penyakit mata nomor satu penyebab kebutaan di dunia. Prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia sendiri sebanyak 2-4 persen.

Dokter mata dari Jakarta Eye Center Jakarta, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM, menjelaskan, katarak merupakan jenis penyakit mata di mana terjadi kekeruhan pada lensa mata yang terletak di belakang anak mata (pupil). Pada saat lahir, lensa mata berwarna jernih, namun seiring berjalannya usia, akan menjadi keruh.

Penyebab utama katarak adalah usia menua yang biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun karena penyakit bersifat degeneratif. Namun, pada dasarnya, katarak bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur. Dan ini yang terjadi pada sang buah hati aktris, model, sekaligus penyiar Asri Welas, Rayyan Gibran Ridharaharja (5 bulan).


(Asri Welas bersama dengan tim medis yang menangani anak keduanya mas Ibran. Foto: Dok Instagram Asri Welas/@asri_welas)

Katarak pada Bayi
Pada bayi, katarak biasanya disebabkan oleh kelainan bawaan atau infeksi saat kehamilan sang ibu. Sementara, bila menyerang pada usia yang relatif muda, penyebabnya bisa berasal dari genetik atau mengalami trauma dalam bentuk benturan.

Pemakaian obat steroid secara berlebih atau jangka waktu panjang juga bisa menyebabkan katarak. Adanya inflamasi pada mata pun perlu diwaspadai karena bisa memicu terjadinya katarak.

Dari segi demografi, mereka yang tinggal di daerah pegunungan maupun pesisir pantai lebih riskan terkena katarak karena paparan sinar ultraviolet dari matahari yang melimpah dapat memicu katarak semakin lebih cepat.

Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami katarak lebih cepat antara lain pasien dengan diabetes dan merokok. Tidak ada pantangan makanan tertentu untuk menghindari katarak.

(Baca juga: Katarak, Penyebab Kebutaan Terbanyak di Indonesia)

Gejala
Gejala awal dari katarak adalah gangguan penglihatan yang tak bisa diatasi lagi dengan kacamata. Pandangan terlihat seperti berkabut atau ada bayangan. Semakin lama, akan terjadi gangguan warna menjadi kekuningan atau terjadi perubahan kontras, yang menandakan bahwa lensa yang terkena katarak semakin menebal.

Diagnosis
Umumnya, semua dokter mata bisa memberikan diagnosis katarak karena memiliki ciri yang jelas, yaitu lensa mata pasien yang keruh.


(Pemeriksaan bayi dengan katarak. Foto: Dok. Emory News Center-Emory University)

Pengobatan
Sampai saat ini, hanya operasi yang bisa menghilangkan katarak dengan cara mengganti lensa mata yang keruh dengan bahan sintetis. Dengan teknologi modern, kita tidak perlu lagi menunggu katarak menjadi tebal untuk melakukan operasi katarak. Operasi katarak dapat dilakukan pada katarak yang masih tipis ataupun pada yang sudah tebal.

Semakin tebal derajat katarak maka resiko operasi menjadi lebih tinggi sehingga dokter akan menganjurkan operasi secepatnya sebelum katarak menjadi terlalu tebal.

Operasi katarak sendiri tidak memakan waktu lama, sekitar 15-30 menit. Setelah itu, perlu dilakukan kontrol secara berkala sehari, seminggu, dan sebulan pasca-operasi.

Biasanya jenis obat bius yang digunakan selama operasi adalah obat bius tetes sehingga nyaman untuk pasien. Operasi katarak tidak memerlukan rawat inap, pasien bisa langsung pulang setelah operasi.










(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KATARAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017