Babak Baru Penelitian Sel Punca di Indonesia Libatkan Pihak Swasta

Sri Yanti Nainggolan - 10 November 2017 16:23 wib
 RSCM-FKUI menggandeng RS Medistra untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan pelayanan berbasis penelitian sel punca di Indonesia. (Foto: Ilustrasi. Courtasy of HTML Caffe)
RSCM-FKUI menggandeng RS Medistra untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan pelayanan berbasis penelitian sel punca di Indonesia. (Foto: Ilustrasi. Courtasy of HTML Caffe)

Metrotvnews.com, Jakarta: RSCM-FKUI menggandeng RS Medistra untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan pelayanan berbasis penelitian sel punca di Indonesia.

Keterlibatan pihak swasta tersebut diharapkan dapat meningkatkan inovasi dalam penelitian dan pengembangan sel punca agar tak tertinggal dengan perkembangan dunia.

Dalam kerjasama tersebut, RSCM berperan sebagai pengampu dan RS Medistra, dan penyedia laboratorium pengembangan sel punca swasta.

Dr. dr. Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FACC, FESC selaku Ketua Tim Sel Punca RS Medistra mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan 2 penelitian berbasis sel punca sejak tahun 2007 pada kasus 69 jantung yaitu infark jantung akut yang luas dan gagal jantung kronis lanjut.

(Baca juga: Hambatan dalam Penelitian Sel Punca)

"Dengan adanya perjanjian ini, pengembangan penelitian dapat dilakukan pada kasus-kasus lain dan diharapakan dapat mendorong pengobatan dengan teknologi terbaru di Indonesia," tambah dr. Teguh dalam penandatanganan nota kesepahaman 3-partit, Jumat (10/11/2017).

Pengobatan sel punca sudah diujicoba pada beberapa penyakit dan memberi efek positif seperti pada penyakit jantung, cedera lutut, pengapuran sendir, patah tulang yang gagal sambung atau kompkes, glaukoma, diabetes tipe 2, hingga luka bakar. 









(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017