Kenali Status Gunung Sebelum Mendaki

- 02 Februari 2017 13:10 wib
Ilustrasi. (ANTARA/Theresia May)
Ilustrasi. (ANTARA/Theresia May)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan favorit bagi orang-orang yang menyukai aktivitas menantang di luar rumah. Tapi, sebelum memutuskan untuk mendaki gunung, pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup tentang gunung yang akan didaki.

Penggiat alam Pepep DW mengatakan, mayoritas pendaki pemula yang didominasi remaja tidak mengetahui dan memahami aturan-aturan yang harus ditaati saat hendak mendaki gunung. Salah satunya tentang status gunung.

"Sebelum kita mendaki harus tahu mana yang boleh didaki dan tidak," kata Pepep dalam dialog Metro Plus Metro TV, Kamis (2/2/2017).

Menurut Pepep, meski boleh didaki, pendaki harus memastikan status gunung yang dituju aman untuk dilintasi. Sebab, salah satu tipe gunung yang boleh didaki namun harus mengantongi izin pendakian adalah gunung yang statusnya Taman Nasional.

Kadang, kawasan Taman Nasional yang boleh didaki tidak mengizinkan pendaki untuk melintas. Alasannya untuk biodiversiti atau menjaga keaneka ragaman hayati di dalamnya.



Sementara itu, ada lima kriteria gunung yang harus dipahami calon pendaki, seperti Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Alam, Suaka Marga Satwa dan Cagar Alam. "Yang tidak boleh didaki adalah cagar alam, status tertinggi dalam hal konservasi," kata Pepep.

Pendaki, khususnya yang masih pemula harus memahami kondisi gunung yang akan didatangi. Paling tidak mengetahui medan yang akan dilintasi. Sebab kata Pepep, angka kecelakaan tertinggi saat mendaki itu adalah pendaki memaksakan diri untuk membuka jalur baru yang sangat berisiko tapi dianggap prestisius. 

Angka pendaki pun sejak 2012 meningkat tajam. Hal ini dipengaruhi oleh iklan maupun tayangan film yang mengeksplor gunung namun minim peringatan. Termasuk status gunung yang masuk kawasan cagar alam tidak boleh tersentuh aktivitas pendakian.

"Setelah 2012 banyak film yang mengeksplorasi, menariknya film itu tidak menyampaikan status kawasan dan etika mendaki," katanya.

 


(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WISATA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-10-2017