DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Yogyakarta Istimewa

Pelangi Karismakristi - 03 Juni 2018 19:00 wib
Salah satu karya seni yang dipamerkan pada Artjog 2018. Foto: ANT/ Andreas Fitri Atmoko
Salah satu karya seni yang dipamerkan pada Artjog 2018. Foto: ANT/ Andreas Fitri Atmoko

Jakarta: Yogyakarta, sebagai salah satu simbol dari kota budaya di Indonesia, selalu menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya dan tradisi. Salah satunya, Festival kesenian yang diadakan tiap tahun, Artjog 2018.

Jika Anda mengaku pecinta seni dan berencana berpergian ke Yogyakarta, tak ada salahnya mampir ke Artjog yang berlangsung pada 4 Mei hingga 4 Juni, di Jogja National Museum (JNM). 

Kurator Artjog 2018 Bambang Witjaksono dan Ignatia Milu mengatakan, kali ini Artjog mengangkat tema Pencerahan-Menuju Berbagai Masa Depan (Enlightenment-Towards Various Futures). Dari tema tersebut, Bamabang ingin menunjukkan bagian gelap, baik di lingkungan sejumlah bangsa maupun umat manusia melalui kesenian, budaya dan tradisi. 

Artjog selalu hadir dengan konsep yang berbeda. Tahun ini, Artjog mengadakan Daily Perform yang menampilkan 83 seniman. Selain itu, terdapat juga ruang khusus bagi anak-anak untuk melatih kepekaan dan kreatifitas terhadap seni dan budaya, sekaligus workshop dari seniman partner Artjog 2018.

Selain ke Artjog, Anda bisa juga mampir ke Desa Wisata Budaya Kasongan yang letaknya di Kabupaten Bantul. Di sana, Anda akan menemukan sederet pengrajin peralatan rumah tangga yang terbuat dari tembikar dan tanah liat.

Anda juga akan dimanjakan dengan aneka kerajinan dari gerabah, serta bahan lainnya seperti keramik yang diolah menjadi barang lebih bernilai. Seperti guci, pot bunga, lampu hias, miniatur alat transportasi, tas, patung, souvenir pernikahan dan masih banyak lagi.

Kasongan juga punya karya ikonik, yakni patung Loro Blonyo, yakni patung sepasang pengantin yang dipercaya bisa memberikan peruntungan bila Anda memajangnya di dalam rumah. Patung ini pertama kali dikenalkan oleh Galeri Loro Blonyo yang diadopsi dari patung pengantin milik Keraton Yogyakarta.

Tak hanya kesenian saja, Yogyakarta rupanya menyimpan ragam kuliner yang patut dicoba. Salah satunya adalah kuliner Mbok Berek yang telah turun temurun sejak tahun 1830 atau sejak perlawanan Pangeran Diponegoro dengan Belanda.

Kini, restoran ini dikelola generasi ke enam yang disebut dengan Wareng. Sebagai Wareng, Agus Setyanto selaku pengelola terus berupaya mempertahankan budaya dan adat istiadat melalui kuliner Jawa.

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Simak perjalanan Yovie Widianto dan Renita Sari Adrian dalam program IDEnesia pada Episode Yogyakarta Istimewa pada hari Minggu, 3 Juni 2018 pukul 21.30 WIB hanya di Metro TV.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GALERIINDONESIAKAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
MOST COMMENTED
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Wed , 24-10-2018