Selain Empal Gentong, Jangan Lupa Coba Empal Asam Khas Cirebon

Sri Yanti Nainggolan - 06 September 2017 10:49 wib
(Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)
(Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kuliner Cirebon terkenal dengan empal gentong yang identik dengan rasa gurih. Namun tahukah Anda bahwa makanan ini juga memiliki cita rasa asam?

Jika empal gentong daging sapi memiliki rasa gurih karena dicampur dengan santan, maka tidak demikian dengan empal asem. Jenis makanan satu ini berwarna bening, dan dicampur dengan buah blimbing wuluh.

"Rasa gentong asam lebih segar karena ada campuran potongan buah blimbing wuluh," jelas Husein selaku pengurus Rumah Makan Empal Gentong H. Apud cabang Jalan Tuparev saat ditemui Metrotvnews.com, Selasa (5/9/2017).

Tak berbeda dengan cara pemasakan empal gentong, empal asem juga memasak daging sapi dan bumbu secara bersamaan, yaitu sekitar 3-4 jam dipanaskan agar rasa bumbu meresap ke dalam daging. Sebagai pemanis, potongan tomat dan daun bawang disertakan dalam penyajian makanan tersebut.

Ketika daging sudah empuk, maka diangkat dan dicampurkan kembali ke dalam kuah bila ingin disajikan. Sementara itu, kuah akan disaring secara rutin karena potongan blimbing wuluh yang terlalu lama direbus akan hancur ke bagian  dasar gentong yang merupakan tempat memanaskan kuah.

Umumnya, empal gentong maupun empal asam disajikan bersama nasi atau lontong dan kerupuk kulit agar semakin terasa nikmat.

Rumah makan Empal Gentong H. Apud sendiri telah berdiri sejak tahun 1994 dan kini telah memiliki tiga cabang, yaitu di Jalan H. Juanda sebagai pusat, serta cabang Jalan Tuparev dan Pasar Batik.

"Untuk hari biasa, kami memasak hingga dua kuintal daging sapi untuk tiga cabang, sementara di hari libur mencapai lima kuintal," tambah Husein.

Selain menjual empal gentong dan empal asem, terdapat juga menu sate kambing dan nasi Lengko, nasi yang dicampur dengan timun, tempe, tahu, daun kucai, bawang goreng serta ditambahkan dengan bumbu kacang dan kecap.

"Empal asem daging sapi terasa asam yang berbeda, karena berasal dari blimbing wuluh, jadi lebih segar. Kalau sate kambing, empuk, dan tidak terasa bau," ujar salah seorang pengunjung, Wiwid, saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Bagi Anda yang tertarik mencoba kuliner khas Cirebon tersebut, siapkan kocek sekitar Rp 23 ribu untuk satu porsi empal, Rp 40 ribu untuk satu porsi sate kambing (10 tusuk), dan Rp 15 ribu untuk satu porsi nasi Lengko; setiap hari antara pukul 09.00-21.00 WIB.


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KULINER NUSANTARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017