Forum Masyarakat Statistik Dukung BPS Gunakan Big Data MPD

- 11 Februari 2017 21:35 wib
Logo BPS (Foto: dps)
Logo BPS (Foto: dps)

Metrotvnews.com, Jakarta: Big Data di era digital ini sebuah keniscayaan. Cepat atau lambat pasti akan datang. Jangan heran jika tiba-tiba begitu akrab dan sulit hidup tanpa kehadirannya.

Sebuah terobosan terbaru dalam dunia teknologi informasi yang memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam format, yang akurat, cepat, mudah dan murah.

Berlatar belakang dari itu, Wakil Ketua Forum Masyarakat Statistik (FMS) Indonesia, M Iksan, melalui portal industry.co.id menyebut pihaknya mendukung penggunaan Big Data (Mobile Positioning Data) oleh BPS (Badan Pusat Statistik. Terutama dalam penghitungan data wisatawan mancanegara (wisman) bulan Januari hingga Desember 2016.

"Dengan adanya program ini, kami dari pihak FMS akan terus mendukung dengan penggunaan Big Data," sebut Iksan.

Sebenarnya, sejak Oktober-November-Desember 2016, proses penghitungan wisman di 19 Kabupaten, 46 kecamatan, di Pos Lintas Batas (PLB) Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) sudah dimulai. Ke-19 titik itu memang belum ada petugas Imigrasi, dan selama ini dihitung dengan menerjunkan surveyor dengan metode sampling, di beberapa titik di dalam rentang waktu yang tertentu.

Dengan Big Data Mobile Positioning itu, sudah seperti disensus. Tidak lagi di survei yang mengambil sampling beberapa, dan rentang waktu pendek. Semua pelintas batas yang membawa HP, secara otomatis
ter-record. Karena itu, manfaat pencatatan wisman berbasis Big Data ini sangat besar.

Pertama, penghitungan dilakukan secara otomatis dengan mesin, tidak ada campur tangan manusia. Kedua, dilakukan non stop selama 24 jam x 7 hari x 52 minggu dalam setahun. Ketiga, memberikan profile wisman yang lebih lengkap, soal lama tinggal (length of stay), frekuensi kedatangan, kota asal mereka. Keempat, mampu mencatat wisman yang tidak melalui jalur pintu PLB.

Indonesia sudah membuat program Big Data, yang merupakan program perhitungan wisman. Tidak semua pintu masuk menggunakan Big Data, tetapi di pos lintas batas atau yang lebih popular disebut "daerah terdepan" itu.

Metode yang digunakan berbasis penggunaan data seluler yang terpercaya bakal meningkatkan kualitas data pariwisata. Melalui BPS, jumlah wisman yang terdeteksi melalui roaming selular di 19 kabupaten tersebut
sebanyak 68.112 dan mengalami peningkatan pada bulan Novermber 2016 menjadi 71.169.

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WISATAWAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-04-2017