Festival Melupakan Mantan, Cara Move On yang Positif

Patricia Vicka - 14 Februari 2017 13:40 wib
(Foto: Patricia Vicka)
(Foto: Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seorang gadis berambut panjang menempelkan selembar kertas berwarna putih di sebuah kain panjang berwarna hitam. Kertas bertuliskan "Still crazy with your smile" tertempel bersama ratusan kertas-kertas lainnya yang berisi luapan hati gundah gulana para ABG Yogyakarta pada kenangan mantan.

Tak jauh dari kain curhat, nampak beberapa boneka, bunga dan kartu tertata rapi disamping tulisan "Tinggalkan barang peninggalan mantan.". Ratusan kertas curahan hati tersebut dipajang di dalam sebuah ruangan kecil disalah satu sisi kantor Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

Tak beberapa lama kemudian, lampu di dalam ruangan dimatikan. Lilin-lilin kecil dinyalakan membangkitkan suasana Syahdu. Alunan musik sendu dan pekikan puisi cinta terdengar dari pengeras suara.

Sekonyong-konyong beberapa ABG berkostum putih-putih masuk ke dalam ruangan. Mereka membawa "Ube Rampe" berupa nampan yang berisi boneka dan beberapa surat serta lilin.

Mereka kemudian meliuk-liukan tubuh dan menari dengan syahdu mengikuti alunan lagu cinta sendu penyanyi. Puas menari, para ABG tersebut berjalan pelan menuju sebuah kotak yang berisi puluhan foto-foto pria dan wanita. Mereka menghempaskan foto-foto tersebut dan beberapa merobeknya dengan cepat dan kemudian mendekat ke deretan kertas curhatan hati. Dengan lantang mereka berteriak membacakan isi curahan hati para ABG Yogyakarta untuk para mantan pacarnya.

Itulah prosesi "Niti Lampah" yang menjadi puncak acara Festival Melupakan Mantan(FMM) ke 3 yang digelar di kantor Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Sabtu hingga Senin 11-13 Februari 2017.

FMM yang sudah ke tiga kalinya digelar di Yogyakarta jelang Valentine ini ingin mengajak muda mudi Yogyakarta untuk move on dengan acara seni yang kreatif.



Ketua panitia acara Mahmud Mada mengatakan pihaknya ingin agar anak muda bisa melepaskan gundah gulana dan kegalauan hati mereka pada kenangan masa lalu dihari valentine dengan nuansa seni dan budaya.

"Prosesi Niti Lampah ini mempunyai makna untuk melepaskan kenangan dimasa lalu dan membebaskan diri untuk masa depan,"jelasnya di Yogyakarta, Senin (13/2/2017).

Panitia juga menantang peserta untuk membawa foto atau peninggalan mantannya untuk disumbangkan ke pameran ini. Barang-barang itu lantas dipajang dalam ruangan kecil bernama ruangan melupakan mantan.

Panitia acara turut menyiapkan sudut sharing untuk para ABG menceritakan perasaan hatinya. Selain itu pengunjung diminta berpartisipasi mengikuti survey melupakan mantan dengan cara melekatkan kertas ke gambar love. Jika sudah bisa melupakan mantan, kertas diletakkan di love berwarna merah. Sementara kalau belum bisa move on,kertas diletakkan di love berwarna biru.

"Hasilnya sudah banyak yang bisa move on dari mantan,"kata Mada.

Diluar ruanga  panitia turut mengundang penyanyi dan band-band lokal anak muda untuk memeriahkan suasana FMM. Alunan musik band yang ceria sanggup membuat abg Yogyakarta bergoyang heboh.

Salah seorang pengunjung Wisnu Subagyo(19) memuji kreatifitas acara. Mahasiswa Sanatha Darma ini jadi kuat untuk melupakan mantan. "Ya harus bisa lupain dan cari yang baru lagi," katanya sambil menempelkan kertas bergambar hati warna merah.

Hal serupa juga dirasakan Christina. Ia yang sudah dua kali datang ke festival ini mengaku sudah bisa move on dari mantannya dan kini sedang mempersiapkan pesta pernikahannya. "Mantan itu bukan untuk dilupakan. Cukup direlakan sebagai bagian dimasa lalu," pungkasnya.


(DEV)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 28-06-2017