Mengeksplorasi Pesona Bumi Khatulistiwa

Ade Hapsari Lestarini - 12 September 2017 09:15 wib
Masjid Raya Mujahidin (Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)
Masjid Raya Mujahidin (Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)

Metrotvnews.com, Pontianak: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan branding baru 10 destinasi pariwisata Indonesia. Kesepuluh destinasi tersebut adalah Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Kesepuluh destinasi ini sebagai upaya penyelarasan master-brand (Wonderful Indonesia) dengan sub-brand (branding destinasi), sehingga memperkuat positioning dari master-brand Wonderful Indonesia.

Namun, tahukah Anda, di samping 10 destinasi branding baru tersebut, masih banyak keelokan pariwisata Indonesia yang bisa dijelajah.


(Museum Kalbar (tampak depan). Foto: Dok. Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)

Salah satunya yakni Pontianak yang terletak di Kalimantan Barat. Demi memperkenalkan Pontianak kepada khalayak luas, Kemenpar bersama AirAsia mengadakan familirization trip (famtrip) di wilayah tersebut.

Kota yang dikenal sebagai Bumi Khatulistiwa tersebut ternyata memiliki beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata edukasi.

Pontianak sendiri terkenal dengan kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Di Pulau Kalimantan terdapat dua tugu khatulistiwa, yakni di Pontianak, Kalimantan Barat dan di Santan Ulu, Bontang, Kalimantan Timur.


(Salah satu yang terdapat di dalam Museum Kalbar. Foto: Dok. Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)

Lalu, apa saja tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi selama berada di Bumi Khatulistiwa ini? Selain menyambangi tugu khatulistiwa, tentunya Anda bisa mengedukasi diri dengan menilik sejarah kota Pontianak di Museum Provinsi Kalimantan Barat.

"Museum ini menceritakan tentang sejarah budaya Kalimantan Barat. Sudah ada sejak 1974, agar masyarakat tahu, khususnya warga Kalbar, mengenai budaya mereka sendiri," tutur Suhardi, sang pemandu museum kepada Metrotvnews.com.

(Baca juga: Palangka Raya, Kota Cantik Kaya Budaya)

Museum yang mempekerjakan 40 staf ini buka dari Senin-Kamis pukul 08.00-15.00 WIB, Jumat pada 08.00-11.00 WIB dan 13.00-14.00 WIB. Sementara pada Senin dan libur nasional tutup.


(Salah satu isi dalam Museum Kalbar. Foto: Dok. Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)

Dalam museum ini, Anda akan diajak melihat sejarah Pontianak zaman dahulu. Suku bangsa Dayak yang cukup mendominasi pun turut menjadi salah satu budaya yang mempunyai banyak sejarahnya. 

Selain itu, ada pula benda-benda koleksi sejak zaman dahulu kala, seperti naskah kuno yang ditulis tangan maupun dicetak.

Kendati nuansa mistis terasa kental di kota ini, namun siapa sangka, di balik itu banyak keragaman budaya yang unik yang jarang terekspos. 


(Ekspedisi Dinasti Han. Foto: Dok. Metrotvnews.com/Ade Hapsari Lestarini)

Misalnya ekspedisi Dinasti Han pada era abad ke 3 sebelum masehi (SM) sampai 3 Masehi, turut mempengaruhi keragaman budaya di Pontianak.

Tak hanya itu, Anda bisa menikmati sungai Kapuas yang cukup menarik di kala senja. Atau sekadar melihat rumah tradisional khas Kalbar yakni Malay House dan Radank, rumah asli khas suku Dayak. Selain itu, ada juga perkebunan lidah buaya, Istana Kadriah, serta menilik masjid Mujahidin yang berdiri megah di pusat kota Pontianak sejak 1978.











(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WISATA INDONESIA TIMUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017