Jogja Fashion Week 2017 Pamerkan Gaun dari Cokelat

Patricia Vicka - 27 Agustus 2017 16:18 wib
(Foto: Patricia Vicka)
(Foto: Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Cokelat tak hanya bisa dimakan, tetapi bisa juga dikreasikan sebagai motif untuk mempercantik busana wanita. Gaun bermotif batik yang terbuat dari coklat turut dipamerkan dalam perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2017.

Adapun yang menggagas karya ini ialah Wahyu Agung Adisetiawan, mahasiswa Pendidikan Teknik Boga Universitas Negri Yogyakarta (UNY). Karyanya dipamerkan dalam Fashion show hari kedua acara JFW 2017. Gaun berwarna merah jambu ini terbuat dari coklat yang sudah dibekukan. Sebagai pemanis, model yang mengenakan gaun tersebut juga memakai aksesori kalung yang motifnya terbuat dari cokelat.

Agung mengaku ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dalam pagelaran JFW tahun ini. Pria yang suka memasak ini kemudian terpikir untuk mengolah cokelat menjadi sebuah gaun.

“Saya mau coba mengekspresikan bahwa coklat bukan cuma bahan makanan saja, tetapi bisa jadi karya seni. Saya lihat di Yogyakarta ini belum ada yang bikin baju terbuat dari coklat," kata Agung yang ditemui usai Fashion Show di Jogja Expo Center (JEC) Bantul Yogyakarta.

Agar sempurna, Agung mencari refrensi dan ide bagaimana caranya agar coklat bisa menempel dengan sempurna pada kain organdi pembuat baju. Setelah melakukan berbagai percobaan, akhirnya Agung berhasil membuat gaun bermotif batik yang terbuat dari coklat. Cara membuatnya pun tidak sulit. Awalnya cokelat dilelehkan sampai berbentuk cair. Kemudian coklat dimasukkan ke dalam papping bag untuk membentuk pola kain.

“Saya buat dasarnya dulu dengan cara melumuri kain dengan cokelat tipis-tipis. Lalu saya bentuk pola batiknya paka coklat yang dimasukkan dalam papping bag. Setelah selesai, coklatnya dimasukkan dalam frezer biar beku. Beberapa jam sebelum fashion show baru saya keluarkan dari frezzer,” jelas Agung.

Agung sengaja memilih coklat karena ia melihat Yogyakarta terutama Gunung Kidul adalah penghasil Kakao. Motif ukel ia pilih karena terinspirasi dari pohon jarak yang daunnya melingkar-lingkar. Sementara untuk aksesoris kalung dan kepala, bahan dasarnya terbuat dari spons hati. Motifnya kemudian dibuat dari coklat cair.  Ia berharap dengan hasil karyanya bisa lebih memperkenalkan hasil alam Indonesia ke dunia.

Tak hanya gaun terbuat dari coklat, Jogja Fashion Week turut memamerkan gaun dan pakaian batik kontemporer serta busana muslimah dan busana tradisional Indonesia yang sudah dimodernisasi.

Jogja Fashion Week 2017 berlangsung selama lima hari dari Rabu-Minggu, 23- 27 Agustus 2017 di Jogja Expo Center (JEC). Tahun ini, JFW mengambil tema Dream in Harmony  dan menggandeng 174 Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan puluhan desainer local. Beragam acara digelar untuk mendorong industry fashion di Yogyakarta diantaranya talkshow UMKM dan Fashion Show.


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017