Ritual Po Kiam atau Asah Pedang untuk Cap Go Meh

Andre Antoni - 09 Februari 2017 20:12 wib
Menjelang perayaan Cap Go Meh, warga keturunan Tionghoa di kota Bitung Sulawesi Utara, menggelar ritual Po Kiam atau mengasah pedang serta senjata. (Foto: Metrotvnews.com/Andre Antoni)
Menjelang perayaan Cap Go Meh, warga keturunan Tionghoa di kota Bitung Sulawesi Utara, menggelar ritual Po Kiam atau mengasah pedang serta senjata. (Foto: Metrotvnews.com/Andre Antoni)

Metrotvnews.com, Sulawesi Utara: Menjelang perayaan Cap Go Meh, warga keturunan Tionghoa di kota Bitung Sulawesi Utara, menggelar ritual Po Kiam atau mengasah pedang serta senjata yang akan digunakan para Tang Shin dalam prosesi Goan Siao atau Cap Go Meh. Ritual Po Kiam bertempat di Klenteng Seng Bo Kiong, Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Maesa, Kamis, 9/2/2017. 

Ritual po kiam atau asah pedang dan tombak digelar untuk keselamatan para Tang Shin serta mengusir hawa jahat pada setiap senjata. Jumlah senjata yang diasah sebanyak tujuh buah, lima buah pedang, serta dua mata tombak.

Sejumlah pemuda altar Klenteng Seng Bo Kiong bergantian mengasah senjata-senjata tajam tersebut. Mereka diharuskan puasa, tidak makan makanan bernyawa atau vegetarian, selama tujuh hari.



(Prosesi Po Kiam. Dok. Metrotvnews.com/Andre Antoni)

(Baca juga: Perayaan Cap Go Meh ala Indonesia)

Peralatan ritual Po Kiam terdiri dari batu asah, air serta kertas emas. Kertas emas digunakan untuk mengusir hawa-hawa jahat yang berada di setiap senjata. Rohaniwan Klenteng Seng Bo Kiong, Rolly Ciwulusan mengatakan, prosesi Po Kiam harus dilakukan agar senjata-senjata yang akan digunakan pada Cap Go Meh, benar-benar tajam.

“Prosesi Po Kiam berlangsung hari ini, karena diyakini pada hari ke 13 Tahun baru Imlek 2568, sebagai hari Kwan Kong, yang merupakan Panglima Perang utusan Tuhan turun ke bumi, untuk membasmi kejahatan.” Kata Rolly Ciwulusan.

Po Kiam atau pedang yang akan digunakan dalam prosesi Cap Go Meh, akan digunakan para Tang Shin, yang kebal senjata tajam, untuk membasmi hal-hal negatif, serta untuk penyelamatan manusia.






(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG IMLEK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA WISATA & KULINER
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 28-03-2017